Amien Rais Kritik Jokowi dan Ujar Partai Setan, Jokowi Beri Sindiran Halus tapi Menohok

  • lae
  • 17 April 2018 | 05:26:25
  • 38 Kali Dilihat
Amien Rais Kritik Jokowi dan Ujar Partai Setan, Jokowi Beri Sindiran Halus tapi Menohok
Presiden Jokowi

Beritaenam.com, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengisi tausiyah Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Dalam tausiyahnya, Amien Rais mengkritik pernyataan Jokowi di Sibolga, Sumatera Utara soal pemisah agama politik.

"Ini presiden yang ilmunya pas-pasan. Sehingga kemudian memang untuk merekonstruksi bangsa kita ini, harus mulai dari rekonstruksi pimpinannya," kata dia.

 

 

Selain itu, Amien Rais membagi partai politik di Indonesia menjadi dua. Amien Rais Menyebutkan Dua kelompok tersebut adalah partai setan dan partai Allah. Amien Rais mengatakan mereka yang anti tuhan bergabung dengan partai besar.

Awalnya, dia mengajak semua pihak termasuk PAN, PKS, dan Gerindra bersama umat Islam berjuang bersama membela agama.

Kemudian, dia menyebutkan, sebaliknya ada pula partai besar yang bergabung dengan partai setan. Namun, saat dikonfirmasi partai mana yang dimaksud partai setan, dia enggan menjawab.

Atas ujaran tersebut, akhirnya Amien Rais dilaporkan oleh Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya.

Di tepat lainm, Presiden RI Joko Widodo meminta para ulama dan penyuluh agama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap khotbahnya.

Presiden mengungkapkan hal tersebut saat berbicara di depan para penyuluh agama di Semarang, jwa tengah, Sabtu (14/4/2018).

Dilansir dari Kompas.com, Presiden mengatakan, kritik terhadap pemerintah sah-sah saja disampaikan, termasuk dalam khotbah agama, asal didasari data dan diikuti dengan tawaran solusi.

"Kritik itu ada basis datanya dan memberi solusi. Kalau ndak, ya namanya mencela, cemooh, menjelek-jelekkan. Ini yang tidak boleh dikembangkan dalam khotbah-khotbah agama. Yang disampaikan adalah bagaimana kita menjaga persatuan, persaudaraan, menjaga kerukunan," ungkapnya.

Jokowi berharap, pada ulama bisa menyampaikan pesan yang baik kepada para jemaahnya.

Sehingga dapat menciptakan suasana yang harmonis dalam masyaralat, apalagi menjelang momen pilkada.

"Optimisme harus kita kembangkan. Jangan mengembangkan prasangka yang tidak baik, jangan mengembangkan prasangka curiga di antara kita. Kita ini kadang sering tidak bisa membedakan mana yang kritik dan mana yang mencela. Beda lho itu. Mana yang kritik dan mana yang mencemooh, beda, mana yang kritik dan mana yang menjelek-jelekkan," ucap Jokowi.

 

.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com