Bathara Saverigadi Dewandoro Persembahkan Drama Musikal Tekad Indonesia Jaya

  • lae
  • 27 November 2017 | 17:59:36
  • 105 Kali Dilihat
Bathara Saverigadi Dewandoro Persembahkan Drama Musikal Tekad Indonesia Jaya
Rakala (Candil) sosok licik, penghasut ketika menghadapi Durga (Kikan) sosok antagonis, sang propokator dalam gelaran drama musikal Tekad Indonesia Jaya, di The Kasablanka Hall, Sabu (25/11) malam. Foto-foto: Pradnyaparamita

Beritaenam.com, Jakarta – Seni dan perubahan sosial merupakan topik paling lawas di ranah estetika. Setidaknya inilah konten yang diangkat menjadi pesan moral pada pergelaran Drama Musikal Kolosal “Tekad Indonesia Jaya,” di The Kasablanka Hall Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11) malam lalu.

Tak kurang dari 2000 penonton memadati gedung The Kasablanka Hall. Lebih dari satu jam penonton berhikmad dan tak beranjak hingga pertunjukan usai. Berkali-kali terdengar aplaus, pujian dan simpati dari penonton, ketika para seniman muda yang tergabung di Sanggar Swargaloka tampil, berhasil menyuguhkan citra estetika yang memukau. Panggung berhasil menjadi tempat ‘diskusi’ antara aktor dan aktris dengan pemirsanya.

Pertunjukan dikemas secara didaktis -- sebagai sarana mewujudkan tatanan sosial. Seni yang mengajarkan nilai-nilai (agents of change). Dekorasi latar multimedia, dan tata cahaya yang menjadi pilar utama, serta tata suara yang terukur, semua secara kolektif berhasil memberi sensasi dramatik yang memperkuat masing-masing karakter tokoh, serta membangun suasana yang lebih imajinatif, dan futuristik.

Tetapi siapakah sosok di balik suksesnya pergelaran ini? Tak lain adalah Bathara Saverigadi Dewandoro, sutradara sekaligus koregrafer muda berbakat, yang tak henti-hentinya terus berproses.

“Ini pengalaman luar biasa. Bagi saya belajar tiada henti. Apalagi ketika saya dipercaya menjadi Sutradara dan Penata Tari pertunjukan ini,” ujar Bathara, usia pementasan.

Sebelumnya, Bathara sempat diundang Presiden Joko Widodo, menampilkan pergelaran serupa, di acara upacara Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia, di depan Istana Negara, Jakarta, bulan Agustus (17/08) silam.

Gagasan ‘Tekad Indonesia Jaya,’ menurut Bathara, adalah representasi menyikapi berbagai perbedaan. Setiap perbedaan, kata dia, selalu ada kebijaksanaan. Nilai-nilai itulah yang seharusnya lebih dikedepankan dalam berbangsa dan bernegara. Segala bentuk perbedaan itu menurutnya, harus terbingkai dalam filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai kebangsaan ini kemudian dikemas seniman muda kelahiran Bantul Yogyakarta, 7 Februari 1997 ini, dalam seni pertunjukan bertajuk ‘Tekad Indonesia Jaya.’

“Di sini saya belajar menghargai keberagaman. Belajar menghargai orang lain. Melakukan sesuatu. Bergerak berkontribusi terhadap Negara saya. Hari ini saya sedang menanam sesuatu, yang insya Allah hasilnya bisa saya petik esok hari,” ujar seniman muda, penyandang gelar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai koreografer kelas dunia termuda berbasis seni tari tradisi ini.

Aktor dan penyanyi, Candil, mengaku senang, sekaligus bangga terlibat di pementasan ini. Satu hal menarik di drama tari musikal kolosal ini, kata Candil, pada dinamika tarian dengan kekayaan gerakan yang bervariasi. “Sutradara sekaligus koreografernya masih muda. Walau masih muda, gua salut sama tanggung jawab dia. Profesionalitasnya sudah kelihatan,” papar Candil.

Vokalis Kikan, menyampaikan suka citanya dapat dilibatkan dalam pementasan ini. “Seneng, terharu, karena yang terlibat di pementasan ini semua anak-anak muda. Apalagi dengan Ara (Bathara Saverigadi Dewandoro, Red), aku kagum. Masih muda, jadi Sutradara dan Koreografer, dedikasinya luar biasa. Indonesia harusnya punya lebih banyak anak-anak muda seperti dia,” ujar Kikan.

Puluhan prestasi karya tari telah dihasilkan Bathara Saverigadi Dewandoro, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Bathara juga telah menciptakan beberapa karya tari yang mengantarkannya mendapat sejumlah penghargaan. Diantaranya; Juara 1 Lomba Tari Kreasi Pesta Seni Pelajar Tingkat DKI Jakarta 2011 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta, Juara 1 Lomba Tari Kreasi Se-Jabodetabek - Festival Selaras Pinang 2012.

Bathara menerima penghargaan sebagai Penata Tari Terbaik dari Himpunan Seni Budaya Bangsa Indonesia (HISBI) 2012,  atas karyanya berjudul “Tekad,” dan Juara 1 Lomba Tari Kreasi Kelompok Nasional, yang diselenggarakan Universitas Indonesia dalam rangka 7th NFF National Folklore Festival 2013. Atas berbagai karya dan kiprahnya, Bathara juga menerima Anugerah Kebudayaan sebagai Remaja Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Drama Musikal Kolosal “Tekad Indonesia Jaya,” merupakan produksi kerjasama Persatuan Istri Anggota (PIA) TNI-AU Ardhya Garini dan Sanggar Swargaloka Jakarta. Naskah ditulis Bob. T. Mangunwijaya, penulis senior yang dulu aktif di Sanggar Prathivi. Melibatkan Candil dan Kikan sebagai Bintang Tamu, serta ratusan seniman profesional, serta pelajar, dan mahasiswa.

Bertindak sebagai Floor Director, Irwan Riyadi, Penata Musik, Dedek Wahyudi Orchestra, dan Gregorius Chris Mahendra, Penata Artistik, Lindu Aji, Penata Cahaya, Herry W. Nugroho, Penata Busana, Yani Wulandari, Multi Media, Ican dan Tommy, serta Audio Engineering, Afgha Mulya. (*/asa)

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com