Berhubungan Seks Sebelum Tidur Bisa Tekan Risiko Insomia

  • lae
  • 20 Februari 2018 | 20:02:09
  • 253 Kali Dilihat
Berhubungan Seks Sebelum Tidur Bisa Tekan Risiko Insomia
Ilustrasi

Beritaenam.com - Berhubungan seks di malam hari menjelang tidur terbukti dapat menekan risiko insomnia. Bagi pasangan suami-istri, jangan lewatkan momen menguntungkan itu.

Studi menyebutkan bahwa setiap pasangan yang rutin berhubungan seks, tiga jam setelahnya langsung tertidur nyenyak. Apalagi bagi pria yang sudah tidak peduli dengan suasana sekitarnya usai bercinta.

Ahli Seks Laura Berman mengatakan, berhubungan seks sebelum tidur bisa menjadi kunci bagi semua orang yang kurang tidur. Ada banyak manfaat berhubungan seks yang mendasarinya sebagai alat bantu tidur.

Di mata Berman, masalah ini tampaknya umum dihadapi pasangan zaman sekarang. Padahal, ketika terlalu sering mengalami kurang tidur, akibatnya bisa stres atau depresi, dan terkadang keduanya.

Nah, obatnya yakni cukup dengan berhubungan seks. Ketika orang melakukannya, secara alami tubuhnya akan melepaskan neuropeptida yang dikenal sebagai endorfin.

Endorfin adalah kekuatan pendorong di balik banyak keadaan alami yang membuat orang jadi tenang. Karena itu, setelah berhubungan seks, Anda mungkin akan merasa kurang stres dan berpikir lebih tenang.

Berdasarkan survei, rata-rata wanita Inggris tidur kurang dari 80 menit dari yang mereka butuhkan setiap malam. Karena masalahnya yakni berkaitan dengan stres.

Lebih buruk lagi, wanita modern tidurnya hanya empat jam hingga pagi hari. Sisanya dihabiskan untuk bekerja atau menyelesaikan urusan rumah tangganya, terutama mengurus anak.

"Itu semua berkaitan dengan produksi hormon saat berhubungan seksual," kata Associate Professor of Medicine di Yale School of Medicine Saralyn Mark, MD.

Mark menambahkan, berhubungan seks juga mendorong produksi oksitosin yang membantu Anda dan pasangan Anda terikat. selain menghambat pelepasan hormon penyebab stres kortisol.

Sementara itu, bagi wanita, tingkat estrogen diketahui bertambah setelah hubungan seksual. Maka, wanita cenderung lebih tenang dan tidurnya selalu nyenyak.

Terapis Seks David McKenzie di Vancouver menyebutkan, pada pria terjadi pula pelepasan biokimia yang membuat rasa lelahnya hilang. Hal ini pasti menguntungkan pria, sehingga mencegahnya dari risiko penyakit kronis akibat insomnia.

"Pria mungkin merasa lelah setelah berhubungan seks karena aktivitas fisik," tambah Kenzie, dilansir Elitedaily, Selasa (20/2/2018).

Terlebih, pasangan menjadi mudah klimaks saat menikmati momen bercinta. Ada penghasil energi lebih yang membuat pasangan nyaman.

Energi tersebut sangat menguntungkan, apalagi usai bercinta, seseorang jadi tambah bahagia. Yang jelas, karena malamnya bisa tidur nyenyak, dampaknya bisa membuat suasana hatinya lebih menyenangkan dan siap beraktivitas lagi.

 

.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com