Berkarya Samakan Bung Karno dengan Trump, PDIP: Kacau dan Menyesatkan

25
Eva Kusuma Sundari.

Beritaenam.com, Jakarta – Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso menyamakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden RI pertama Sukarno karena slogan keduanya sering dikutip dalam pidato politisi. Tak terima dengan perbandingan itu, PDIP menilai anggapan itu menyesatkan.

“Kacau dan penyesatan deh Sekjen Berkarya,” kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Eva menyebut Priyo tak seutuhnya memahami ajaran Bung Karno. Menurutnya, Trump dan Bung Karno memiliki nilai-nilai yang bertolak belakang.

“Berkarya nggak paham BK (Bung Karno). Termasuk konteksnya malah kontradiktif dengan ajaran BK. Asal tahu ya, BK itu nasionalismenya nggak kayak Trump yang eksklusif. Pancasila itu inklusif,” jelasnya.

Trump, sebut Eva, kerap menunjukkan sikap chauvinisme: mengagungkan negara sendiri dan merendahkan negara lainnya. Hal itu justru dilawan Bung Karno lewat gagasan Pancasila.

“Sikap kayak Trump yang secara tidak langsung memuja superioritas ras/agama yang dapat menjadikan nasionalisme sempit/chauvinisme. Hal yang dilawan nasionalisme kemanusiaan-Pancasila,” sebut Eva.

Selain itu, Bung Karno juga merupakan penganut Marhaenisme yang menentang penindasan manusia. Berbeda dengan Trump yang anti kaum miskin.

“BK itu pecinta marhaen, wong cilik. Lha, Trump anti wong miskin. Jauh,” tegas Eva.

Sebelumnya Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso membela capres Prabowo Subianto yang mengeluarkan slogan mirip milik Trup, yakni ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’.

Priyo menyebut tak ada yang salah dengan slogan Trump itu. Ia lalu membandingkannya dengan sejumlah tokoh, termasuk Bung Karno.

“Presiden Lincoln, Kennedy, Jendral Mac Arthur, Mahatma Gandhi, Bung Karno, Hatta, Pak Harto, sering kali dikutip slogan-slogannya dalam pidato-pidato politik para orator,” kata Priyo.