BoyJazz Festival 2017 Suguhkan Sharon Lewis Sang Diva Blues

  • 14 Oktober 2017 | 13:30:34
  • 253 Kali Dilihat
BoyJazz Festival 2017 Suguhkan Sharon Lewis Sang Diva Blues
Inilah aksi panggung sang diva Blues Sharon Lewis bersama Jan Korinek and Groove. Foto: Princ.biz

Beritaenam.com, Jakarta – Banyak yang bertanya, apa bedanya genre musik blues dan jazz? Pernyaan itu, rasanya tak perlu dijawab. Karena, pada tanggal 21-22 Oktober 2017 mendatang, akan menjadi jawaban tersendiri dalam gelaran Boyolali Jazz Festival 2017, yang akan digelar di alun-alun Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini.

Karena, dua genre musik tersebut tak pernah bermusuhan, apalagi dua aliran musik dipertemukan oleh Jan Korinek and Groove, dedengkot musisi jazz Republik Ceko, untuk mengawinkan Sharon Lewis (Dallas, Texas) sebagai diva blues untuk bergabung bersama Lorenzo Thompson (Chicago).

Sharon, pertama kalinya mengguncang dunia musik blues, ditandai dengan ikutan Buddy Guy's Legends, yang ditayangkan ke seluruh Amerika, pada 5 Mei 1993. Penyanyi berkulit gelap ini, awalnya menggunakan bendera ‘Under The Gun’. Komitmen Sharon terhadap blues telah membuahkan hasil yang luar biasa, ia berkembang menjadi salah satu penampil blues terpanas di Chicago, dan telah tampil di Blues Festival terbesar di dunia – The Chicago Blues Festival, akhir abad 20 tersebut.

Kegiatan rutinnya sebagai penyanyi tetap di Kingston Mines, Dan sebagai headliner di hampir semua klub blues utama di kawasan Chicago, sebut saja; Blue Chicago, B.L.U.E.S., Legends Buddy Guy, House of Blues, Lounge Kingston Mines & Rosa. Selain itu, dia juga merupakan penampil unggulan, bersama Chicago Blues All-Stars, sebuah band yang memiliki line up para musisi dan penyanyi terbaik dari Chicago yang berjuluk ‘Kota Berangin’.

Sharon dan bandnya tampil bersama artis blues legendaris seperti Koko Taylor, Son Seals, Denise LaSalle, Robben Ford, Coco Montoya, Billy Branch, Mumford and Sons, Mavis Staple, dan Sugar Blue. Secara Internasional, sering tampil bersama Dave Spectre (AS) dan Jan Korinek & Groove (Republik Ceko). Sebagai ‘headliner festival’ di seluruh dunia, dia telah tampil di Chicago Blues Festival (2003 dan 2008), Lucerne Switzerland, Vache de Blues France dan Hell, Norway (2014).

Di tahun 1998, Sharon Lewis menandai tur internasional pertamanya dengan ‘membakar’ Republik Ceko, Jerman, Luksemburg, Perancis, Belanda dan Belgia, bareng The Next Generation Band. Selama turnya, dia melakukan rekaman Carl Wyatt, (Album – Living In Exile: Singing The Blues) di Blue Road Records, Luksemburg.

Setelah absen satu tahun dari pertunjukan, Lewis kembali pada tahun 2001, Membuka pentas bersama Billy Branch & The Sons of The Blues di Chicago's Rooster Blues, dan menempatkan statusnya sebagai salah satu vokalis blues Chicago generasi berikutnya.

Sementara itu, bulan Maret 2001 tur dengan titel the ‘Best tour, Sharon kembali ke Eropa untuk tur di Republik Ceko yang luas dan sekali lagi dia didapuk sebagai ‘Vokalis Bulan Ini’ di Liberca, Republik Ceko.

Review yang luar biasa akan tur ini, memicu tur bertitel The Very Best Tour (2002) bersama Next Generation band yang biasa mengirinya, digantikan oleh - Jan Korinek dan Groove. Dengan Groove, dia melakukan tur secara ekstensif di Republik Ceko dan Polandia, sebagai artis pembuka untuk Robben Ford ,dan mendapat status ketenaran setara dengan Robben dan Michael Urbniak (New York), pada festival dua hari di Praha, ibukota Republik Ceko.

Memasuki bulan September 2002, ia pun menerima sebuah penghargaan pilihan pendengar akan debut CD-nya Everything is Gone Be Alright – Semuanya Akan Baik-Baik saja (direkam bersama Under the Gun). Dari album yang digarap Delmark Records, Sharon Lewis, telah menelorkan 3 album, yakni; Grown Ass Woman, Live in Chicago, dan The Real Deal.

Tembangnya dari album The Real Deal (2011) yang mencaai hit, yakni Blues Train dan What’s Really Going On?, dan Don't Try to Judge Me – Grown Ass Woman (2016).

Sementara itu, Lorenzo ‘The Blues Man’ Thompson adalah sosok yang memiliki karakter sebagai musisi serba bisa, dan selalu berpentas dengan para musisi kenamaan dari Chicago seperti David Meyers, Pinetop Perkins, Melvin Taylor, Junior Detroit, Buddy Scott, dan Harmonica Hinds. Lorenzo dan bandnya, nyaris sama dengan Sharon Lewis, yaitu sering menjadi pembuka para musisi papan atas Blues seperti Son Seals, Koko Taylor, Huey Lewis and the News, dan Lonnie Brooks.

Lorenzo sendiri sangat laku mengikuti undangan tur Eropa, serta tampil di Jerman, Republik Ceko, Wina (Austria), Hungaria, Polandia dan Moskow. Lorenzo telah bermain dengan para dedengkot blues Chicago seperti David Meyers dan banyak lagi. Bluesman Lorenzo Thompson selalu dinanti penampilannya mulai dari Chicago hingga South Bend Indiana dan sekitarnya.

Boleh jadi event Boyolali Jazz Festival 2017 bisa berbangga, pasalnya diva blues, Sharon Lewis dan Jan Korinek dan Groove menjadi kunjungan pertama kalinya untuk tampil di negara Indonesia, dan kebetulan di kota kabupaten, yang untuk pertama kalinya menggelar festival jazz. Diluar dua gembong grup members ini, selain Lorenzo Thompson (vocal), Sharon Lewis (vocal), Jan Korinek (keyboard), juga didampingi Jiri Marsicek (guitar) dan Tomas Vokurka (drums).

Bagi penggemar musik jazz, sepertinya Jan Korinek and Groove, adalah sesuatu banget dalam BoyJazz 2017 yang perdana ini. Bahkan demi memanjakan telinga penikmat jazz, juga turut disuguhkan Krakatau Reunion, Tropical Transit dan Gugun Blues Shelter dari jajaran musik jazz lokal yang sudah kondang. Selain juga akan tampil Sol Caribe Latin Jazz, kombinasi musisi Venezuela dan Swiss.

Jangan lupa, weken ini, Boyalali menanti…

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com