BRIZZI Artcycling 2017 ‘Perkawinan’ Antara Olahraga, Teknologi Digital, Dan Seni

  • Agus Blues
  • 21 Desember 2017 | 08:33:43
  • 527 Kali Dilihat
BRIZZI Artcycling 2017 ‘Perkawinan’ Antara Olahraga, Teknologi Digital, Dan Seni
Brizzi Artcycling lomba bersepeda unik pertama di dunia, padukn teknologi digital untuk menggambar sesuatu secara otomatis di peta aplikasi. Foto: Sutrisno Buyil/FORWAN.

Beritaenam.com, Jakarta – Kreativitas di tengah kemajuan teknologi hukumnya wajib, karenanya lomba bersepeda tidak hanya menilai kecepatan sebagai pemenangnya. Tapi citra rasa seni para pesertanya mulai dinilai, itulah lomba BRIZZI Artcycling 2017 yang memadukan Olahraga, Teknologi dan Seni.

Kali ini, Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI) berkerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses menggelar lomba bersepeda unik BRIZZI Artcycling di Jakarta, serta diikuti 10 kota besar lain secara serentak.

Acara yang terselenggara sejak tanggal 16 Desember 2017 hingga 20 Desember 2017, selama waktu tersebut, peserta lomba dapat menentukan sendiri waktu start dan finish, jarak tempuh, hingga jalur yang akan dilalui.

Inilah salah satu BRIZZI Artcycling, rute karya Taufiq Offspeak, nomor 247, Jakarta. Berjudul: Harimau Sumatera 

Inilah salah satu BRIZZI Artcycling, rute karya Taufiq Offspeak, nomor 247, Jakarta. Berjudul: Harimau Sumatera

Gelaran lomba bersepeda unik BRIZZI Artcycling, memadukan unsur olahraga, teknologi digital, dan seni yang baru pertama kali digelar di dunia tersebut dimaksudkan untuk mendorong masyarakat mencitai wisata olahraga (sport tourism).

Sambil memanfaatkan kecanggihan teknologi digital yang akan membantu dalam membuat karya grafis sebagai unsur seni (art) yang akan dilombakan.  

Direktur Eksekutif MIKTI Indra Purnama mengatakan, dalam lomba bersepeda unik BRIZZI Artcycling para pemenang ditentukan bukan berdasarkan kecepatan. Tetapi berdasarkan karya grafis yang dihasilkan dari jalur perjalanan yang dilalui selama bersepeda berupa gambar kreatif yang menggambarkan keunikan dan keindahan Indonesia sebagaimana tema lomba Pesona Indonesia.

“Para peserta BRIZZI Artcycling hanya perlu menggunakan aplikasi seluler yang disediakan panitia selama lomba, kemudian bersepeda sesuai jalur yang direncanakan sendiri di kotanya masing-masing. Peserta ditantang untuk bersepeda mengikuti jalur yang dapat menghasilkan gambar sekreatif mungkin yang menggambarkan keunikan dan keindahan Indonesia," kata Indra Purnama, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/12) lalu.

Selanjutnya Indra Purnama menambahkan, untuk menentukan para pemenang dalam lomba BRIIZZI Artcycling, diikuti secara serentak penggemar olahraga sepeda di Jakarta, Banda Aceh, Palembang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar,  berdasarkan karya grafis yang dihasilkan dari jalur perjalanan yang dilalui selama bersepeda.

Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Tazbir mengapresiasi, penyelenggaraan BRIZZI Artcycling dapat mendorong masyarakat mencintai wisata di dalam negeri melalui kegiatan sport tourism yang dipadukan dengan teknologi digital.

“Digital tourism merupakan satu di antara tiga program unggulan Kemenpar. Dalam program ini Kemenpar mendorong daerah melakukan promosi destinasi wisata mereka melalui digital promotion yang memiliki jangkaun luas dan global,” katanya.

BRIZZI Artcycling yang mendapat dukungan dari kalangan komunitas sepeda. Antara lain B2W (Bike to Work), Good News From Indonesia, dan komunitas sepeda lainnya di Indonesia.

Kembali Tazbir pun menambahkan, pemerintah mentargetkan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air, sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com