Dea Imut Polisikan Perusahaan Ekspedisi Dengan Hilangnya Kamera

  • 06 Oktober 2017 | 17:14:11
  • 339 Kali Dilihat
Dea Imut Polisikan Perusahaan Ekspedisi Dengan Hilangnya Kamera
Raibnya kamera Canon C500, perusahaan ekspedisi dipolisikan. Foto: dok. dnewsstar.com

Beritaenam.com, Jakarta – Kamis (5/10) malam lalu, Masayu Chairani ibunda dari penyanyi Claudia Aniassa atau lebih populis dengan sebutan Dhea Imut bersama Henry Indraguna pengacaranya menyambangi Mapolda Metro Jaya, terkait melaporkan perusahaan jasa pengiriman paket DHL lantaran kamera videonya tak sampai tujuan.

Usai melakukan pelaporan dengan nomor LP/4812/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 5 Oktober. Meski terlapor dalam laporan tersebut masih lidik, mendalami modus dan  pelaku sebenarnya. Tetapi Henry mengatakan, DHL dinilai tidak bisa memenuhi ganti rugi paket yang hilang. Malah perusahaan asuransi pun tidak bersedia menerima klaim mereka.

"Jadi keterangan dari DHL tadi sudah ajukan asuransi, tapi ditolak. Nah kalau ditolak, sejauh mana akan bertanggung jawab? Tidak ada. Ini preseden buruk di dunia ekspedisi," papar Henry mengakui kedatangan ke Polda dengan membawa sejumlah barang bukti, seperti; dokumen penerimaan barang, nota pembelian kamera, serta somasi yang pernah disampaikan ke DHL.

Mengenai raibnya atas hilangnya kamera milik pesinetron Dea Imut yang dikirimkan dari DHL cabang Pancoran ke Malang, Jawa Timur, kepada ibunda Dea Imut, Masayu Chairani, pihak DHL telkah mengakui atas kesalahaan akibat tindakan stafnya. Dan meminta mediasi pada Kamis (5/10).

Hanya saja, mediasi menemui kegagalan, karena pihak DHL berkeberatan untuk mengganti dari kerugian hilangnya kamera Canon C500 yang mencapai harga sekitar Rp 299 juta lebih.

“Sebelumnya dilakukan pertemuan di Kantor DHL. Namun mediasi kedua belah pihak gagal.  Kami sekarang akan melaporkan DHL. Karena tadi pagi kita berusaha memediasi, hasil mediasi tidak menguntungkan di pihak kami. Asuransi pun menurut keterangan DHL tadi sedang diajukan dari minggu kemarin. Dan asuransi pun menolak. Nah, sekarang akan diajukan lagi. Kalau asuransi tidak mau membayarkan, apakah ada bentuk lain pertanggungjawaban ini? Tidak ada. Buat Dea Imut itu hal yang merugikan,” papar Henry Indraguna.

Walau pihak terlapor dalam kasusnya masih dalam lidik, tetapi Dhea memasukan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan Dalam Jabatan maksimal hukman 5 tahun penjara.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com