Enaknya Makan Gembrobyos di Warung Waru Doyong

476

Beritaenam.com, Surabaya – Rumah makan itu nggak harus dilokasi satrategis. Biar masuk kampung dan ngumpet di pinggir kali, dan mojok di kampung, tetap aja rame asal ada yg khas. Contohnya Warung Waru Doyong, yg lokasinya masuk kampung di Tenggilis Timur Dalam, Surabaya.

Warung ini selalu rame pengunjung.

Warungnya sederhana. Tapi yang makan para pejabat dan orang-orang penting di Surabaya, bahkan Jawa Timur pada khususnya. Saya sengaja referensikan tempat ini, karena ada yang khas dan menu makananya ala Lampung.

Makan prasmanan. Saya makan sengaja nyomot banyak hal dan icip-icip sayur. Wuihh sembelnya pedes, sayurnya juga pedas, makan terasa keringat gembrobyos. Pembeli ambil sendiri.

Menu makanannya khas makanan rumahan. Sayuran nya pun khas dan nyaris nggak ada di tempat lain. Unik lah. Seperti sayur rebung, sayur lodeh, sambel petai. Ada ayam bakar tapi utuhan.

Pengunjung ngambil dan makan sepuasnya. Ayamnya pun nggak sembarangan, ayam kampung dan ukuran besar. Saya berjibaku coba ambil ayamnya dengan memotong pake tangan, kena dan dapat ukuran lumayan besar. Ibu-ibu pelayannya bilang, nggak apa-apa silahkan diambil semuanya.

Rupanya tradisi di rumah makan ini, makan sepuasnya, dan laporan setelah selesai makan. Faktor kepercayaan dan kejujuran. Makan apapun di laporkan. Harganya juga murah meriah. Kami makan 3 porsi besar, hanya habis Rp 80rb.

Rumah makan ini sudah ada, jauh sebelum sebelahnya dibangun perumahan. Sebelumnya sudah rame, sekarang tambah rame. Pembelinya pun datang dari mana-man. Termasuk dari Jakarta.

Memang destinasi kuliner mencari bentuk dan karakternya masing-masing. Nggak akan lekang, ketika menawarkan menu sederhana, khas rumahan. Ada sentuhan tradisional, apa adanya.

Yuk kapan ke Surabaya, saya ajak menjelajah kuliner khas nya, termasuk di Earung Waru Doyong. Kenapa dinamakan waru doyong?

Weleh ternyata warung itu terletak di bawah pohon waru yang agak doyong. Simpel-simpel aja, ngasih nama mah….(agi)