Fahri Hamzah: PKS Hambat Nama Anis Matta Masuk Tiga Besar Bursa Pilpres 2019

  • lae
  • 14 April 2018 | 08:10:12
  • 41 Kali Dilihat
Fahri Hamzah: PKS Hambat Nama Anis Matta Masuk Tiga Besar Bursa Pilpres 2019
Fahri Hamzah dan Anis Matta.

Beritaenam.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyodorkan sembilan nama capres dan cawapres di Pilpres 2019. Salah satunya ada nama Anis Matta. Politikus PKS Fahri Hamzah menilai jajaran petinggi PKS punya strategi untuk menghambat nama Anis Matta masuk jadi tiga besar bursa capres cawapres PKS.

Padahal, Fahri mengklaim banyak dukungan yang mengalir ke Anis Matta untuk jadi calon Presiden 2019.

"Pimpinan jangan main lah dengan fakta-fakta di lapangan, kita ini tahu. Jangan pimpinan itu merasa kita enggak tau apa yang dia lakukan. Kita tahu yang dia lakukan ini sebenarnya menghambat Anis Matta. Kan itu masalahnya. Kader secara masif mendukung Anis Matta," ujar Fahri saat ditemui di Media Center DPR RI, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

"Saya enggak lihat tuh ada 1 tim sukses. Ini kan yang semangat di bawah kader kader pendukungnya Anis dan semua kader PKS dukungnya Anis Matta," tambahnya.

Fahri melihat persoalan tersebut dikarenakan jajaran petinggi PKS punya agenda politik lain disebabkan takut dengan Anis Matta yang memiliki dukungan banyak.

"Elite-elite ini punya politik lain yang dari awal takut sama Anis Matta. banyaklah, sampai sekarang banyak gak jelas. Anis Matta gak pernah minta jabatan, dia jadi Sekjen aja, diperintahin, diperintahin, begitu ada kasus baru minta Anis Matta jadi Presiden. Anis bilang saya juga punya banyak masalah, gak bisa harus Anis, dilantik dia 1 Februari 2013 untuk menyelamatkan partai," kata politikus yang dipecat PKS ini.

Fahri yang juga Wakil Ketua DPR ini heran, padahal PKS dibawah kepemimpinan Anis Matta dapat meraup suara banyak. Anis juga cerdas memimpin partai berbasis Islam ini dengan baik.

"Pengen ngehambat Anis apa alasannya? saya bingung orang bagus kok, ini sekarang gitu dibawah, tapi ini dimain mainkan di atas. Ini tim di DPP mulai bikin kasak kusuk supaya Anis gak masuk dalam 3 besar, ini kelakuannya apa? kita bukan gak tau, saya ini kan secara sah diputuskan pengadilan masih kader, jadi tau saya apa yang terjadi didalam, sebab kader kader juga cerita, kucing kucingan, sudahlah," tegasnya.

Fahri pun meminta PKS memberi jalan untuk Anis Matta maju di Pilpres. Atau menawarkan sosoknya sebagai pendamping Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Fahri yakin poros kedua akan berhasil meraih kemenangan.

"Kasih Anis yang pegang benderanya, kalau Anis yang pegang bendera Insya Allah selamat. Yang tarung kalau ngga presiden, wapres, kasih Anis yang tarung, kalau Anis yang tarung kita ngerti cara tarung," pinta Fahri.

"Anis kan belum begerak aja, kalau bergerak, gejolak ini barang. Kalo karcis dipegang Anis, jadi barang, tapi kalo gak yaudahlah, jual kopi kita," tambahnya.

Fahri meminta PKS segera mengambil sikap mengsung Anis Matta dan dirembuk dengan mitra koalisi. PKS sendiri juga telah memiliki tiket dan hak suara karena punya perwakilan di DPR. Masalahnya pimpinan PKS belum bersikap jelas.

"Kan dia gak bisa sendiri, dia mesti nempel sama yang lain, emang bisa maju capres sendiri? kan mesti ada wakilnya atau dia yang jadi wakil itu kan soal nanti, masalahnya negonya fightnya ini mesti ada yg mimpin dong, ini kan ga jelas, pidato pidatonta udah gak ada ini ketua ketua," ujar Fahri, seperti dikutip dari merdeka.com.

"PKS punya tiket, punya kartu, suka tidak suka PKS punya kartu, punya karcis, karena dia punya karcis dia punya hak suara. Kalo PSI ini biar gagah-gagah kelihatan, punya jaket merah, lu punya karcis? nonton di pinggir aja dulu, kalau ini udah bisa duduk di atas meja, udah bisa pegang kartu," pungkasnya.

PKS telah merilis sembilan bakal cawapres yang siap maju di Pilpres 2019 nanti. Mereka adalah Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Presiden PKS Sohibul Iman.

Kemudian, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

"Jadi dari 9 nama tidak ada yang istimewa, semuanya sama, karena itu hasil pemilihan di internal PKS, Jadi semua calon itu ada pemilihnya di PKS. Karena itu siapa yang dipilih bagi PKS sama saja, toh kita akan solid dukung," ucap Presiden PKS Sohibul Iman di kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Cikini, Jakarta Pusat (12/4).

 

.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com