Film Knight Kris Produk Lokal Rasa Hollywood Yang Sarat Pesan Moral

  • lae
  • 20 November 2017 | 17:57:25
  • 124 Kali Dilihat
Film Knight Kris Produk Lokal Rasa Hollywood Yang Sarat Pesan Moral

Beritaenam.com, Jakarta – Industri film Layar lebar Indonesia memang tengah berpihak kepada genre horor dan komedi. Sebagai bukti film Warkop DKI Reborn raihan penontonya mencapai 7 juta orang dan film Pengabdi Setan penontonnya 4 juta lebih. Angka fenomenal untuk film horor selama ini. Namun hal itu tidak membuat Deddy Corbuzier bergeming. Sebagai seniman multi talenta  Deddy justru ingin menghadirkan film animasi untuk penonton anak-anak yang diyakini tidak memiliki tontonan yang penuh edukatif.

"Saya prihatin tidak ada film untuk anak-anak,  makanya kami hadir dengan film animasi kelas dunia yang berlatar budaya Indonesis dan penuh edukatif," ujar host tayangan Hitam Putih ini saat menggelar temu wartawa baru-baru ini di Jakarta.        

Selaku  eksekutif produser film Knight Kris, Deddy Corbuzier menyatakan, film ini ditujukan bagi anak-anak lndonesia yang selama ini minim tontonan karya lokal yang edukatif. 

Meski judulnya berbahasa Inggris, cerita dalam film ini punya konten budaya lokal, seperti tokoh pewayangan dan candi agar anak-anak jaman sekarang bisa belajar sejarah budaya Indonesia lewat film layar lebar.

Dikisahkan seorang anak kecil bernama Bayu (Chika Jessica) bersama kakak sepupunya, Kak Rani (Stella Cornelia) menemukan sebuah keris sakti di candi misterius di dalam hutan terlarang. Dari keris ini, Bayu jadi punya kekuatan untuk berubah wujud menjadi ksatria harimau (Deddy Coruzier) berbaju zirah.

Ternyata, keris yang menyimpan sejarah dan membangkitkan kembali sosok raksasa Asura (Bimasakti).

Raksasa Asura yang jahat pun menghancurkan desa tempat tinggal Bayu dan mengubah para warga desa menjadi batu, termasuk ayah Bayu. Saat Bayu menyesal karena telah mengambil keris tersebut, muncul seekor kera bernama Empu Tandra (Bimasakti).

Empu Tandra pun menceritakan sejarah keris yang dulunya dia pakai untuk menyegel Asura.                      

Sayangnya, keris tersebut terpencar menjadi enam bagian dan salah satu bagiannya ada di tangan Bayu. Akhirnya, Bayu, Kak Rani dan Empu Tandra pun pergi untuk mencari lima bagian dari keris itu.

Tentunya, perjalanan mencari pecahan keris ini nggak mulus. Muncul sosok Nahwara (Santosa Amin) yang berusaha untuk mengambil keris tersebut. Tanpa disadari, mereka bertiga juga diikuti oleh Yuda (Kaesang Pangarep) yang berusaha menjebak mereka.

Siapa sebenarnya sosok Yuda yang menjebak Bayu, Kak Rani dan Empu Tandra? Lalu, mampukah Bayu  menyingkirkan Nahwara dan raksasa Asura?

Sejauh ini, film Knight Kris,  kita dapat banyak pesan moral dalam film ini, seperti pentingnya tahu budaya bertamu yang baik di Indonesia dan perilaku bullying yang dampaknya nggak terduga. Dari film ini pun kamu akan diajarkan untuk menanam nilai positif dan sifat bijaksana sedari dini.

Walaupun filmnya berlatar belakang budaya lokal Indonesia, karakter penokohannya mengikuti selera generasi milenia kekinian dengan grafis computer generated imagery (CGI) yang keren banget!

"Film Knight Kris produk lokal rasa Hollywood dan penuh pesan moral," ujar Yan Wijaya pengamat film dan pewarta senior ini. (asa)

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com