Film Satria Berlatar Banyumasan Ternyata Ngomongi NKRI

  • 02 Oktober 2017 | 14:55:51
  • 131 Kali Dilihat
Film Satria Berlatar Banyumasan Ternyata Ngomongi NKRI
Film Satria yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Inilah supporting Bupati Banyumas Ir., H. Achmad Husein terhadap dunia perfilman nasional. Foto: Sutrisno Bunyil/FORWAN.

Beritaenam.com, Jakarta – Pembuatan film dengan kekuatan budaya lokal sepertinya tengah marak dilakukan beberapa pemerintah daerah. Apalagi kesuksesan film Laskar Pelangi, yang membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi daerah Bangka Belitung lewat promo destinasi wisata.

Belum lagi kesuksesan film asal Makasar Uang Panai yang penontonnya mencapai 450 ribu orang, angka yang menggiurkan buat beberapa pemda di tanah air. Salah satunya Ralia dan Gula Kelapa Pictures yang menggandeng Pemkab Banyumas dan Kwarcab Banyumas berencana memproduksi film bermuatan budaya lokal.

"Banyumas dan sekitarnya memiliki kekuatan budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi tokoh-tokoh nasional banyak lahir dari Banyumas, sebut saja, seperti Jendral Gatot Subroto, Jendral Soedirman, Prof. Soemitro Djoyohadikusumo," papar Syamsul Masdjo Arifin produser Ralia Pictures saat menggelar Media Gathering, di Pallas Cafe, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (26/9) sore silam.

Sementara itu, Esti Naomi selaku produser Ralia Pictures menambahkan, soal kuliner, Banyumas juga tidak kalah dengan  daerah lain, seperti Mendoan, Getuk Goreng, sate bebek, cetil, tiwul. "Siapa yang nggak kenal tempe mendoan, getuk goreng Sokaraja?" Tanya Esti Naomi.

Semangat wong Banyumas dalam menggapai impian untuk menjadi orang sukses dan menjadi orang besar di Republik ini perlu menjadi suri tauladan bagi generasi milenia sekarang ini.

"Jendral Soedirman, Jendral Gatot Subroto contoh nyata, dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi jendral dan tokoh nasional. Tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin kami tularkan lewat film Satria," jelas Jaka T Alfianda eksekutif produser Gula Kelapa.

Sebagai daerah yang juga memiliki destinasi wisata yang bisa menjadi tujuan wisatawan lokal maupun nasional seperti Batu Raden. Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata.

"Kami berharap film Satria bisa menjadi sarana promosi sosial budaya dan wisata kabupaten Banyumas. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat. Seiring penayangan film Satria nantinya." Ujar Ir., H. Achmad Husein Bupati Banyumas dalam obrolan bersama Beritaenam.com usai Media Gathering ini.

H. Ahmad Husein kembali menambahkan, sangat mendukung gagasan putra daerah yang berada di perantauan dan bergulat di dunia perfilman yang akan memproduksi film layar lebar berjudul Satria yang akan menjalani proses syuting di bulan Nopember mendatang. “Karena gagasan ini bagus, maka saya dukung,” singkat Bupati bersemangat.

Masih di tempat yang sama, selaku sutradara Jito Banyu berjanji akan menggarap film Satria secara maksimal. "Sebagai putra daerah tentu saya akan menghadirkan film yang membawa misi budaya dan edukasi buat penontonnya. Dan saya berharap setelah menonton film Satria, penonton akan makin memahami arti sebuah perbuatan untuk mencapai survive di kehidupannya. Dan yang lebih penting menghargai perjuangan para pahlawan nasional asli Banyumas,"  kata sutradara yang sukses menggarap Film Angeline dan Psikopat.

Jito pun menegaskan, sekalipun mengangkat budaya lokal Banyumas dan sekitarnya, tetapi film Satria juga bicara soal kebinekaan dan kecintaan terhadap NKRI. "Jadi sekalipun film Satria kontennya lokal tapi isu nasional tetap kami angkat," timpal pria asal Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah ini.

Turut mendukung di dalam film Satria, beberapa pemain berkelas. Yakni; Pangky Suwito, Jajang C Noer, Pong Harjatmo, Rianty Catwright, Yama Carlos, Elvira Devinamira, dan Melayu Nicole.

Tag :
Follow Us :

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com