Gempa berkekuatan 8,1 SR Meksiko Tewaskan 90 Orang, Presiden Nieto Tetapkan Tiga Hari Berkabung

  • lae
  • 12 September 2017 | 04:05:33
  • 69 Kali Dilihat
Gempa berkekuatan 8,1 SR Meksiko Tewaskan 90 Orang, Presiden Nieto Tetapkan Tiga Hari Berkabung
Warga yang tidur di jalan atau mendirikan tenda di sekolah-sekolah, lantaran takut gempa kembali menyerang.

Beritaenam.com, Chiapas - Korban tewas gempa Meksiko terus bertambah hingga 90 orang, menyusul penetapan tiga hari masa berkabung nasional oleh Presiden Enrique Peña Nieto.

Gempa berkekuatan 8,1 skala Richter terjadi Kamis (7/9/2017) waktu setempat, yang sampai membuat warga Mexico City berlarian ke jalan.

Gempa berpusat di sekitar 123 kilometer sebelah barat daya Kota Pijijiapan, Chiapas, Meksiko, pada kedalaman 70 kilometer.

Kementerian Dalam Negeri Meksiko menyatakan korban tewas akibat gempa tersebut kini sudah mencapai 90 orang.

"Jumlah korban tewas mencapai 90 orang, di antaranya 71 orang di Oaxaca, 15 orang di Chiapas, dan empat orang di Tabasco," demikian pernyataan resmi Kemendagri Meksiko.

Meski dikatakan gempa berpusat di Chiapas, AP melaporkan ternyata negara bagian yang paling terdampak adalah Oaxaca, di mana kerusakan parah terpusat di Kota Juchitan.

"Sekitar setengah dari alun-alun kota (Juchitan) roboh menjadi puing-puing. Jalanan juga dipenuhi puing-puing rumah yang hancur," demikian laporan AP.

"Situasi di Juchitan sangat kritis. Ini menjadi momen terburuk dalam sejarah," kata wali kota setempat Gloria Sanchez.

Presiden Nieto telah mengumumkan tiga hari masa berkabung senasional atas bencana tersebut, saat dirinya sedang mengunjungi daerah-daerah terdampak gempa.

"Kita harus melawan kehancuran yang disebabkan oleh gempa dengan persatuan bangsa Meksiko yang membangun," ucap Nieto.

Sang presiden juga mencuit di Twitter bahwa beberapa ton makanan dan ribuan liter minuman sudah didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak gempa.

Gempa tersebut menjadi yang terbesar yang pernah terjadi di Meksiko dalam satu abad ini, jika dibandingkan dengan yang terjadi pada 1985 lalu.

Sistem Peringatan Tsunami AS mengatakan gelombang tsunami berbahaya namun kecil sempat terjadi di pantai-pantai lepas Samudera Pasifik.

Sempat ada 62 gempa susulan terjadi setelah gempa utama.

Hingga kini, banyak warga setempat yang tidur di jalan atau mendirikan tenda di sekolah-sekolah, lantaran takut gempa kembali menyerang.(Financial Times/AFP)

 

.

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com