Gurihnya Gudeg Yu Djum

  • lae
  • 30 Desember 2016 | 14:51:42
Gurihnya Gudeg  Yu Djum
Suasana warung gudeg Yu Djum.(foto:be)

Beritaenam.com, Yogyakarta - Kalau berkunjung ke Yogyakarta, belum puas rasanya kalau belum mencoba kuliner khas kota ini. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Gudeg Yogyakarta.

Kali ini, beritaenam.com, menyempatkan diri bertandang ke gudeg Yu Djum, pusatnya di Karangasem Mbarek, Jalan Kaliurang KM 4,5, Yogyakarta. Kenapa ke sana?

Gudeg Yogya memang beraneka merek dan rasa. Kalau di tengah kota pusatnya di Wijilan. Di sana ada gudeg bu Slamet, Yu Djum, dan banyak lagi. Tapi di runtut gudeg Yu Djum ternyata pusatnya bukan di Wijilan.

Yang di Wijilan hanya cabang, seperti halnya di beberapa cabang lainnya seperti di jalan Wates, jalan Solo, dan cabang-cabang yang lain. Tapi pusat pengolahannya di Kaliurang. Lokasinya agak masuk ke dalam komplek perumahan. Persisnya di Karangasem Mberek CT 3.

Tempatnya dari jalan raya masih masuk komplek. Tapi begitu sampai, pengunjung cukup ramai, ada yang makan di tempat, ada yang pesan untuk di bawa pulang. Pengolahan dan dapur besarnya ada di sini.

Beritaenam.com sempat melihat dapur khusus buat memasak gudegnya. Sistemnya masih menggunakan api dari kayu bakar. Menurut pengelolanya, kayu bakar tetap dipertahankan karena ingin mendapatkan cita rasa aslinya. Kalau diolah dengan pemanas gas, takut berubah rasa.

Dalam bisnis kuliner, mempertahankan rasa adalah sebuah keharusan, karena konsumen selalu fanatik dengan rasa.

 

Foto Agi Sugiyanto.

Para pelanggan yang selalu ramai mendatangi warung gudeg Yu Djum.(foto:be)

Awalnya wartawan beritaenam.com fanatik dengan gudeg bu Slamet, yang usianya hampir sama dengan Yu Djum, yaitu sudah beroperasi sejak tahun 40-an dan karena penasaran dengan gudeg Yu Djum yang cabangnya ada di mana mana. Lain dengan bu Slamet yang tidak buka cabang, hanya di Wijilan.

Masuk ke pusat gudeg Yu Djum, sudah di suguhi suasana tradisional. Dua orang pengamen tua duduk di depan pintu, yg satu memetik gitar, yang satu vocal. Mereka membawakan lagu-lagu keroncong dan lagu lawas dengan alunan cengkok khas. Usianya yang sudah tua mengguratkan semangat bernyanyi dan main musik ala kadarnya.

Gudeg Yu Djum dijual dengan fariasi, mulai dari Rp13 ribu sampai paket Rp 285 ribu. 'Temennya' gudeg biasanya ada krecek, telor, ayam kampung, tahu, tempe. Beritaenam.com coba pesen paket Rp 250rb, dapat gudeg dan campuran lainnya, ayam 1 ekor, telor 5 biji.(be/Agi Sugiyanto)

 

 

Tag :

BERITA TERBARU

  • ©2016 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com