Horas Samosir Fiesta 2018 Mendudukan Danau Toba Destinasi Prioritas Kelas Dunia

  • Agus Blues
  • 25 Februari 2018 | 10:21:25
  • 80 Kali Dilihat
Horas Samosir Fiesta 2018 Mendudukan Danau Toba Destinasi Prioritas Kelas Dunia

Beritaenam.com, Jakarta – Jakarta, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara untuk kegiatan ‘Horas Samosir Fiesta 2018’. Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Kamis (15/2) malam lalu.

Kegiatan Horas Samosir Fiesta 2018 mengangkat tema ‘Samosir  Negeri  Indah  Kepingan Surga’.  Gelaran event ini dalam rangka mempromosikan dan menarik minat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir, pulau di tengah Danau Toba, Sumatera Utara yang dikembangkan sebagai destinasi prioritas berkelas dunia. 

Dadang memberikan apresiasi atas launching ‘Horas Samosir Fiesta 2018’ sebagai informasi dan referensi terhadap calon wisatawan,  bahwa akan digelar  puluhan event dan festival pariwisata di Samosir dalam kurun waktu satu tahun, utamanya  di setiap musim liburan. 

“Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo dikembangkan sebagai destinasi prioritas kelas dunia dengan mengandalkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Unsur atraksi  di antaranya Horas Samosir Fiesta 2018, diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” kata Dadang. 

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata mengatakan, Pemerintah telah membentuk Badan Ororita Pariwisata (BOP) Danau Toba. Badan ini bertugas dan bertanggung jawab mengelola destinasi prioritas Danau Toba sebagai ‘single destination, single manajement’ yang mengedepankan semangat Indonesia Incoporated.

Tentunya dengan melibatkan semua elemen masyarakat sebagai kekuatan Pentahelix Pariwisata (akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media). “Presiden Jokowi menginstruksikan untuk  membangun Kawasan Danau Toba secara menyeluruh selayaknya melibatkan 7 Kabupaten di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia. Oleh karena itu, seluruh unsur yang berkepentingan di sekitar Danau Toba harus  solid, speed, dan smart (3S) dalam mengembangkan pariwisata di sana,” kata Dadang. 

Saat ini kunjungan wisatawan ke Danau Toba menunjukan tren positif terus meningkat, seiring dikembangkannya insfrakstur seperti jalan tol, bandara, serta pelabuhan penyebarangan. “Tahun 2019 kita mentargetkan kunjungan wisatawan ke Toba sebanyak 1 juta wisatawan, sedangkan tahun 2016 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Toba sebanyak 35.823 wisman dan 154.905 wisatawan nusantara (wisnus), dan tahun 2017  meningkat menjadi  55.771 wisman dan 222.288 wisnus,” ungkap Dadang. 

Upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba terus dilakukan di antaranya membangun  akses jalan tol dari Kuala Namu - Tebing Tinggi - Pematang Siantar serta pelebaran jalur Pematang Siantar – Parapat. Pembangunan outer ring road yang mengitari danau sepanjang 100 km,  inner ring road di Pulau Samosir, dan  pembangunan pelabuhan penyeberangan di kedua sisi danau. 

Bandara Silangit, panjang landasan pacu ditambah dari semula 2.200 meter menjadi 2.650 meter (akan ditambah lagi hingga 3.000 meter),  serta statusnya menjadi internasional airport dengan terminal berstandar global. Ini semakin  mendorong minat wisatawan mancanegara datang berlibur ke Samosir yang memiliki udara sejuk. 

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014, "Kegiatan HSF 2018 akan dikemas lebih menarik agar banyak mendatangkan wisatawan ke Toba,” kata Rapidin Simbolon. 

Event Samosir ini dikemas berskala internasional sehingga diharapkan mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai negara, ”Aksesibilitas ke Samosir sekarang mudah dan banyak pilihan lewat darat dan udara. Dari Bandara Kualanamu lewat tol menuju Parapat, Simalungun. Kemudian wisatawan bisa menyeberangan melalui Pelabuhan Ajibata, Simalungun, maupun Pelabuhan Tigaras,  atau langsung menuju bandara udara internasional Silangit,” kata Rapidin Simbolon. 

Penyelenggaraan Horas Samosir Fiesta 2018 diharapkan akan memperkuat promosi serta branding pariwisata Toba. “Kegiatan ini akan menciptakan peluang ekonomi kreatif masyarakat Samosir serta membuka peluang kerjasama paket wisata dengan tour operator,” kata Rapidin Simbolon. 

Horas Samosir Fiesta 2018 yang digelar dalam kurun waktu satu tahun akan disemarakan beragam event unggulan antara lain; Festival Gondang Naposo, Samosir Band Festival, Batak Fiesta Samosir Jazz Season, Sigalegale Carnival dan Festival Sipinggan, Festival Pasir Putih, Horja Bius Mangalahat Horbo, Samosir Music International, Samosir Lake Toba Ultra Marathon, dan festival lainnya.  

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com