HUT KE-8 Rumah Singgah Bunda Lenny Spektrum Dakwah di Kampung Kranggan Kulon

  • lae
  • 22 Februari 2018 | 14:04:31
  • 94 Kali Dilihat
HUT KE-8 Rumah Singgah Bunda Lenny Spektrum Dakwah di Kampung Kranggan Kulon
Spektrum dakwah ala Rumah Singgah Bunda Lenny, di Kampung Kranggan Kulon, Bekasi, Kamis (22/2). Foto-foto: Agus Blues/FORWAN.

Beritaenam.com, Jakarta – Jiwa seni, kata Ratu Bidadari, adalah karunia Tuhan dan merupakan syiar (panggilan) khusus untuk orang tertentu. Oleh karena itu, pelantuan tembang ‘Jaman Now’ ini, mengajak para pelaku seni, bersikap lebih positif dan produktif. Menerima dengan syukur dan dapat mengembangkan potensi seni yang Allah titipkan.

“Adanya hubungan erat antara mutu kerohanian dengan mutu seni. Yaitu berkesenian yang memuliakan Tuhan dan membangun kemanusiaan,” ujar Ratu Bidadari, saat hadir di acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-8, Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, di Kampung Kranggan, Jatisampurna, Bekasi, Kamis (22/2) siang lalu.

Sekitar 53 janda lanjut usia, yang sebagian besar pemulung, mendapat penghiburan dan bantuan dana tunai dari Ratu Bidadari, dan sarung dari Tri Ardhika Production. Penyerahan bantuan berlangsung di gubuk pemulung, Mak Awit (94 tahun), di Kampung Kranggan Kulon  RT.001/009, Kelurahan Jatisampurna, Bekasi. 

“Apa yang kami berikan bukan terletak pada nilainya. Melainkan bagaimana kita menginspirasi, menanamkan jiwa empati dan peduli. Memberi penghiburan kepada para orangtua kita ini yang nasibnya belum beruntung,” ujar artis yang juga penggiat sosial dari Yayasan Peduli Perempuan dan Anak (YPPA) ini.

Mak Awit

Mak Awit, adalah satu dari 53 pemulung janda lanjut usia, binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation. Mak Awit, buta aksara, fakir, miskin, dan papa, tinggal di gubuk di atas tanah milik pengembang. “Prihatinnya tanah yang ditinggalinya itu dulu tanahnya, tapi sekarang bukan lagi miliknya. Sudah dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup,” terang Ratu, tampak prihatin.

Pendiri Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Eddie Karsito, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa spektrum dakwah (ajakan berbuat baik) itu, menurutnya sangat luas. Salah satunya, kata dia, da’wah bil hal atau aksi nyata.

“Kita butuh model dakwah non-verbal; bukan sebatas ungkapan dan kata-kata. Inilah model dakwah yang membebaskan. Seruan yang secara konkret ikut memberdayakan, dan mengangkat derejat kehidupan para mustadh’afin,” ujar aktor yang juga penggiat sosial ini.

Rumah Singgah Bunda Lenny didirikan di Jakarta, 22 Februari 2010. Merupakan pilar pelayanan sosial di bawah naungan lembaga Humaniora Foundation, yang telah lebih dulu berdiri tahun 1995, dengan Badan Hukum Akte Notaris R. Sabar Partakoesoema, SH Nomor: 19 Tahun 1995.

Ada 195 pemulung, 53 perempuan diantaranya janda lanjut usia, serta 106 anak yatim, dan warga dhua’fa, yang menjadi binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation.  Lembaga ini secara berkala membantu masyarakat kurang mampu. Menyantuni fakir miskin, orang sakit, anak yatim dan piatu, anak terlantar, pemulung, pengamen berpotensi, orang jompo, cacat dan manula (Manusia Lanjut Usia).

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum FORWAN (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, Sutrisno Buyil, para artis, penggiat budaya dari Rumah Budaya Satu-Satu, seniman dan tim kreatif, dari Cantik Management Jakarta.

Selain Ratu Bidadari, sejumlah artis yang pernah menyumbang yayasan ini, antara lain; Iwan Fals, Krisdayanti, Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, Yuni Shara, Inul Daratista, Mayangsari, Ageng Kiwi, Nikita Willy, Anisa Bahar, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, Misye Arsita (almarhumah), Pretty Asmara, Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita, Krisna Mukti, Ayu Azhari, Marshanda, Yati Surachman, Pong Hardjatmo, Ray Sahetapy, Alfian Kadang, Dina ‘Sabun Colek,’ Eny Sulistyowati, Gebby Pareira & Qonita, dan para donatur lainnya.

.

 

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com