Ini Asal Usul Pepes Ikan yang Disuki Barrack Obama

  • Randi Angkasa
  • 01 Juli 2017 | 08:19:02
  • 436 Kali Dilihat
Ini Asal Usul Pepes Ikan yang Disuki Barrack Obama
Pepes ikan

Beritaenam.com - Satu hidangan khas Nusantara yang berasal dari pedesaan ternyata mampu menggoyang lidah mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Seperti yang diungkapkan oleh adik tirinya, Maya Soetoro Ng kepada ada BBC Indonesia, Jumat (20/1/2017).

"Memang beliau gemar sekali dengan masakan Indonesia tertutama bakso, ikan pepes, sambal tempe," kata Maya dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia.

Pepes sebenarnya merupakan metode memasak tertua di Asia, Amerika Latin, dan negara yang dilewati garis khatulistiwa.

Namun, salah satu hidangan yang terkenal di Indonesia ini sangat populer di tatar sunda dan memiliki kisahnya tersendiri.

Pepes di Indonesia dulu sangat terkenal di kalangan masyarakat perkebunan. Memasak makanan dengan bungkus daun telah ada sejak nenek moyang hingga masih eksis di tahun 1970-an.

“Pepes dari dulunya di Sunda itu namanya ‘mais’ makanannya disebut ‘pais’, pepes ikan jadi pais lauk. Pepes eksis dari dulu dimasak dalam sekam abu atau bara kayu,” ujar Teddi Muhtadi, Dosen Sastra Sunda Universitas Padjadjaran, Jumat (29/6/2017).

Di Indonesia, pepes atau pais tersebut ternyata berasal dari masyarakat perkebunan hingga pegunungan di tatar sunda. Mereka terbiasa menggunakan dedaunan untuk membungkus makanan sebelum dimasak.

Daun atau hasil kebun sangat berarti bagi masyarakat perkebunan zaman dahulu. Nenek moyang orang sunda bukan hanya mengkonsumsi dedaunan (lalap) yang merupakan hasil perkebunan.

Daun juga digunakan untuk metode memasak, salah satunya pepesatau pais. Metode ini tidak hanya berlaku untuk ikan, tetapi juga ketan, singkong, oncom, tempe dan lainnya.

"Biasanya di sunda beda isi, beda juga namanya. Pepes itu awalnya hanya ikan, kalau isinya ketan dibungkus daun namanya jadi 'lepeut', beda lagi kalau isinya singkong, jadi 'papais'," ujar Teddi.

Walaupun pepes di tatar sunda berasal dari masyarakat perkebunan, hidangan ikan tetap dinilai menjadi yang favorit.

“Jauh dari pantai tetep bisa mengembangkan kuliner ikan. Masyarakat perkebunan dan pegunungan di Sunda dulu kan tidak bisa jauh dari sungai, di sanalah sumber protein mereka,” jelas Teddi.

Sumber:Kompas.com

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com