Irak Rugi Rp1.218 Triliun Selama Tiga Tahun Perang Lawan ISIS

  • lae
  • 07 Februari 2018 | 11:12:04
  • 44 Kali Dilihat
Irak Rugi Rp1.218 Triliun Selama Tiga Tahun Perang Lawan ISIS
Tentara Irak berhasil merebut bendera ISIS dalam pertempuran di Mosul, Juni 2017. [AFP/Ahmed Al-Rubaye]

Beritaenam.com - Pemerintah Irak melaporkan telah mengalami kerugian sekitar 90 miliar dolar AS (sekitar Rp1.218 triliun) selama tiga tahun perang melawan ISIS. Hal ini disampaikan Sekjen Kabinet Irak Mahdi Al Allaq.

Al Allaq mengatakan, mendasarkan catatan kerugian itu dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh kementerian perencanaan Irak.

Kementerian tersebut juga mencatat, Irak mengalami kerugian 47 miliar dolar AS akibat kerusakan infrastruktur dan fasilitas ekonomi selama 1.200 hari perang melawan ISIS yang secara teknis berakhir pada Juli 2017. Demikian dilaporkan kantor berita Kuwait, Kuna, dalam laporannya, Senin (5/2/2018) lalu.

Al Allaq mengatakan, negaranya menyematkan harapan terkait dukungan finansial pada Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Irak yang akan diselenggarakan di Kuwait, 12 Februari mendatang.

"Provinsi Nineveh adalah yang terparah dari semua tingkatan. Pemerintah Irak akan merinci semua kerugian sebelum konferensi berlangsung," Al Allaq menambahkan, dikutip dari Al Bawaba, Rabu (7/2/2017).

Perdana Menteri Irak Haider Al Abadi pada 10 Juli tahun lalu, secara resmi mengumumkan pembebasan wilayah Mosul, yang telah menjadi Ibu Kota de facto kelompok ISIS sejak Juni 2014.

Pada 9 Desember 2017, Al Abadi mengumumkan pembebasan semua wilayah Irak dari kelompok militan yang hendak mendirikan negara khilafah tersebut.

 

Masjid Agung Al-Nuri, tempat pertama kali Pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi memproklamirkan diri sebagai "khalifah" pada 2014 di Mosul, kini porak-poranda usai dihancurkan sendiri oleh kelompok ISIS dalam perang menghadapi militer Irak pada Juni 2017. (AFP/Ahmed Al-Rubaye)

Sementara itu, berdasarkan laporan United Assistance Mission for Iraq (UNAMI), jumlah pengungsi Irak yang telah kembali ke rumah pada akhir tahun 2017 mencapai sekitar 2,8 juta orang.

Sedangkan 2,9 juta orang Irak lainnya masih memutuskan berada di kamp pengungsian internal, meski perang sudah selesai.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Desember lalu, juga mencatat kerusakan paling parah terjadi di wilayah utara Irak. Namun, hampir sepertiga dari pengungsi asal Irak telah memutuskan kembali ke rumah masing-masing.

 

.

 

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com