Jembatan Siluk Itu Sudah Ambruk di Luluh Lantakkan Banjir Bandang

15

Beritaenam.com, Yogyakarta – Jambatan Siluk, atau jembatan gantung Imogiri itu rubuh diluluh lantakkan banjir bandang. Jembatan berwarna kungin nan elok, yang membentang di atas kali Oya, pekan lalu diterjang banjir bandang.

Banjir yang untuk pertama kali dan terdahsyat ini meluluh lantakkan sejumlah kampung di sekitar Bantul dan sekitarnya.

Kamis, (7/12) beritaenam.com mengunjungi kawasan terparah, yaitu di desa Selo Pamioro, Pedukuhan Wunut, Kedung Miri, Imogiri.

 

Jembatan gantung itu menjadi jembatan utama yang menghubungkan desa Selo Pamioro dengan desa Sriharjo.

Lokasi ini juga sering dijadikan tempat nongkrong dan foto-foto sambil menikmati sunrise (matahari terbit). Jembatan ini menjadi salah satu obyek wisata kawasan Imogiri yang menawan.

Bagaimana tidak, tempatnya eksotik yang berada diantara dua bukit hijau, dan diantara bukit itu dihiasi air terjun nan indah. Sungai Oya yang mengalir di bawahnya, terlihat jernih, dan kelihatan ikan-ikannya.

 

Jembatan gantung itu, kini sudah hilang, tinggal bekas bongkahan besi tersisa di antara ujung sungai. Selebihnya hanyut dibawa banjir bandang. Banjir itu menyisakan duka, dan meluluh lantakkan bangunan perkampungan di sekitar sungai.

Penduduk banyak kehilangan rumah, bahkan ada yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba.

Peristiwa ini menurut penuturan mbah Marno, salah seorang warga yang di temui mengatakan, belum pernah terjadi sebelumnya. Di usianya yang sudah menginjak 62 tahun, baru kali ini sungai meluap sampai merusak segala hal yang ada.

Lokasi terparah yang saya kunjungi, diantaranya desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Jogjakarta.

 

Tampak relawan dan mahasiswa masih sibuk membersihkan puing-puing dan lumpur di sepanjang jalan yang putus dan retak. Mereka gotong royong membersihkan sampah dan puing-puing sisa arus banjir pekan lalu.

Desa Wunut yang terletak di aliran sungai Oya, sehari-hari begitu tenang dan asri. Hampara sawah dan pemandangan bukit nan hijau menggoda mata, dan sejenak saya pun terpesona dengan desa yang terletal diantara bukit dan posisi persis di lembah ini.

Bencana alam banjir bandang, membuka mata kita, bahwa di sana ada alam nan elok. Gusti Allah telah menunjukkan kepada hambanya, akan keindahan alam di Selopamioro.

Itulah hikmah bencana alam. Selain peringatan buat kita supaya peduli, mau menjaga dan merawat alam dan lingkungan ….

(agi)

Lihat Videonya, dan klik link dibawah ini:

https://www.facebook.com/agi.sugiyanto/videos/pcb.10155359281779472/10155359274304472/?type=3&theater