Jika Senjata Kimia Digunakan di Suriah, Prancis Akan Menyerang

  • lae
  • 14 Februari 2018 | 19:02:07
  • 44 Kali Dilihat
Jika Senjata Kimia Digunakan di Suriah, Prancis Akan Menyerang
Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Beritaenam.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir dari laman Reuters, Rabu (14/2), mengatakan bahwa Perancis akan menyerang jika ditemukan adanya penggunaan senjata kimia untuk melawan warga sipil dalam konflik di Suriah.

Dalam sebuah pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (9/2), menyatakan keprihatinannya konflik yang terjadi di Suriah, serta curiga bahwa bom klorin telah digunakan untuk melawan warga sipil di sana.

"Pada penggunaan senjata kimia, saya tidak bisa memberi batas tolerir dan saya menegaskan akan bersikap," kata Macron kepada wartawan. "Jika bukti senjata kimia ditemukan, kita akan menyerang tempat pembuatannya,".

"Saat ini, agensi kami, angkatan bersenjata kami belum menemukan adanya penggunaan senjata kimia tersebut, sebagaimana tercantum dalam perundingan, telah digunakan untuk melawan penduduk sipil,".

Pemerintah Suriah telah berulang kali menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa pihaknya hanya menargetkan pemberontak bersenjata dan militan bukan warga sipil.

Pekan lalu peristiwa paling berdarah dalam konflik Suriah terjadi, saat pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh Rusia dan Iran, membombardir dua daerah terakhir kekuasaan para pemberontak di Timur Ghouta dekat Damaskus dan barat laut Provinsi Idlib.

Upaya diplomatik telah membuat sedikit kemajuan dalam mengakhiri perang yang memasuki tahun ke delapan itu, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan memaksa setengah dari populasi Suriah mengungsi.

Suriah pada tahun 2013 menandatangani perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata kimia, dan menghancurkan gudang gas beracunnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, petugas penyelamat, kelompok bantuan dan Amerika Serikat menuduh Suriah berulang kali menggunakan gas klorin, seperti pemurnian air terhadap warga sipil di Ghouta dan Idlib.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Prancis akan menggunakan pengaruhnya di sana. Namun seorang kritikus menuduh Macron untuk tidak hanya berbicara mengenai tuduhan tersebut.

Wakil Presiden Pertahanan Sipil Suriah, atau 'Helm Putih', meminta kepada Perancis untuk berhenti berbicara dan melakukan tindakan nyata.

Perancis dan PBB telah berulang kali menyerukan untuk melakukan gencatan senjata, untuk menyalurkan bantuan bagi krisis kemanusiaan di Suriah. Namun sekutu Assad, Rusia pekan lalu mengatakan bahwa sebuah gencatan senjata adalah hal yang tidak realistis.

 

.

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com