Kuliner Bangka: Ngopi Ditemani Kue Peranakan...

  • lae
  • 23 November 2017 | 06:52:41
  • 124 Kali Dilihat
Kuliner Bangka: Ngopi Ditemani Kue Peranakan...
Bistro Latrasee yang berkonsep bangunan tua dengan hiasan batik.(foto:be)

Beritaenam.com, Babel - Sebelum meninggalkan Pangkal Pinang, Bangka Belitung, saya sempat ketemu sahabat-sahabat dari media lokal.

Pertemuan singkat di Bistro Latrasee di jalan Sudirman, membahas banyak hal, termasuk bersinergi memanfaatkan media lokal sebagai sarana branding. Latrasee, lokasinya persis di depan Hotel SwissBell. Latrasee, dalam bahasa bangka artinya sudah terasa.

Ya, menikmati cita rasa bistro berkonsep galery dengan bangunan tua. Selain menawarkan aneka makanan dan minuman, dipajang batik, aneka furniture dan barang antik yang bisa dibeli dengan penawaran harga kesepakatan.

Saya pesen kopi susu, dan aneka snack. Saya tertarik menu andalan roti peranakan. Apa itu? Sejenis roti bakar dengan aneka rasa dari salai, tapi dalam porsi besar. Makanan unggulannya adalah roti peranakan. Dinamakan begitu karena seporsi bisa untuk empat sampai 5 orang.

 

Kopi susu dan roti peranakan.

Bicara kuliner khas bangka, saya dapat cerita dari sahabat-sahabat media. Tadi yang datang dari teman-teman Bangka Pos, Kompas tv, Radio Sonora, Radar Bangka, dan Babel News, Babel Pos dan lain-lain.

Sahabat-sahabat dari Bangka mereferensi makanan khas selain yang saya sebutkan di atas, dan lempah kuning, ada otak otak, mpek mpek, snack getas, emplang panggang, empyang, seafood gong gong (Sejenis kerang yang di goreng cripsy).

Nah ada rusip, sejenis ikan bilis yang dicocol sama lalaban yang sudah difermentasi. Seperti apa rasanya? Saya belum mencoba, lain waktu saya akan kembali datang dan mencoba cita rasa makanan khas Bangka Belitung.

 

 

Obrolan dengan sahabat-sahabat media lokal memang cukup menyenangkan. Banyak hal di bahas, mulai dari isu politik sampai masalah geliat ekonomi lokal.

"Kondisi ekonomi di bangka ini sebenarmya agak lesu, tapi kenapa pembelian mobil baru terus meningkat, bahka sampai waiting list," kata Vivi, dari Bangka Pos.

Dan anehnya, penerbangan ke Pangkal Pinang selalu full, biarpun hari biasa. Nggak tau kenapa. Dan kalau bicara soal bisnis kuliner, tetap punya celah dan potensi untuk berkembang. Bisnis kuliner cukup.menjanjikan, yang penting makanan dan konsep yang ditawarkan.

 

 

Sepintas saya mengamati di sepanjang jalan yang saya lewati muncul kedai kopi yang menawarkan aneka minuman dan makanan khas. Seperti waroeng kopi Tung Tau dengan minuman yang direkomendasi adalah Kopi O atau kopi hitam. Selain itu ada kopi susu, kopi tarik, teh tarik dan lainnya.

Bicara prospek bisnis, tergantung apa yang mau dikembangkan. Menurut saya, dalam bisnis peluang tetap ada. Hanya saja bisnis ritel agak tergeser dengan maraknya bisnis berbasic sarana digital, misalnya jual beli online. Tapi saya masih optimis, peluang akan tetap ada, dan itu harus diciptakan.(agi)

 

.

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com