Leny Rafael Ingin ‘Membumikan’ Tenun Troso Lewat Riyadh International Fashion Week 2018

  • Agus Blues
  • 20 Desember 2017 | 11:30:33
  • 199 Kali Dilihat
Leny Rafael Ingin ‘Membumikan’ Tenun Troso Lewat Riyadh International Fashion Week 2018
Leny Rafael, akan 'membumikan' tenun Troso Jepara di kancah internasional lewat gelaran Riyadh International Fashion Week 2018. Foto-foto: Muller Mulyadi/FORWAN.

Beritaenam.com, Jakarta – Leny Rafael, desainer yang fokus mengangkat tenun Troso Jepara itu, adalah salah satu desainer yang bakal turut terlibat dalam Riyadh Internasional Fashion Week (RIFW) 2018, perhelatan fashion event di The Ritz Carton Riyadh, pada 10 – 12 Mei 2018 mendatang.  Diakui Leny, sudah mulai sibuk mempersiapkan koleksi barunya untuk trend fashion 2018 dan RIFW 2018 mendatang.

Perempuan energik yang biasa disapa Leny, ketika dijumpai saat fashion show bertitel “Smesco Designers Parade 2017 – Indonesia Famous Ethnic Designers”, di Rumah Desain Smesco Indonesia, Selasa (19/12) siang lalu. Untuk itu, kepada beritaenam.com Leny pun sedikit membocorkan, perihal koleksi teranyar yang akan tampil di RIFW 2018. Serta beberapa koleksi yang mampu untuk menarik pasar Eropa serta Midle East agar tenun Troso bisa go Internasional.

Bersama para desiner lainnya, Lenny Rafael bersama Bintang Puspayoga istri Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

"Saya akan menghadirkan sekitar 12 koleksi dari yang aku luncurkan sekarang untuk  nanti di Riyadh International Fashion Week 2018, ditambah beberapa koleksi baru lagi, tapi semuanya masih dalam satu tema yaitu Ethnic Glam Tenun Troso Jepara. Harapanku Koleksi terbaruku ini bisa diterima pasar Eropa dan Midle East. Saya juga sudah melakukan transaksi dengan buyer asal Portugal, " tutur Leny Rafael.

 

Lewat Tenun Troso Leny Rafael mengolah keindahan kain khas Jepara yang belum banyak dieksplorasi. Apalagi tenun Troso juga belum dipopulerkan sebagai salah satu kekayaan kain etnik Nusantara. Leny menghadirkan 12 koleksi tenun Troso yang dipadu dengan bahan satin, organsa, sutra dan sifon. Ditambah elemen sulam pita bermotif bunga yang menguatkan kesan etnik modern.

 

Motif tenun Troso didominasi oleh motif geometris yang menggambarkan karakter kekayaan flora dan fauna Indonesia. Motif ini mirip dengan motif kain tenun khas Indonesia Timur. Tenun Troso berasal dari Desa Troso Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang proses pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu lama.

 

Desainer yang memukau lewat tema Romantic Glam dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2017 dan titel Ethnic Glam Tenun Troso sempat disuguhkan lewat Indonesia Ethnic Fashion Week (IEFW) 2017, Lenny mengungkapkan, berjanji akan mempopulerkan kekayaan tenun Troso Jepara ke level internasional. Leny yang biasanya menampilkan busana ready to wear akan memakai warna warna yang lebih terang.

 

"Warna cerah seperti warna dusty green dan  broken white yang disukai pasar Eropa serta memberi kesan keindahan budaya khas Indonesia," papar Leny yang akan memboyong koleksinya sebagai tren hijab fashion  2018.

Inilah salah satu dari 12 busana karya Leny Rafael yang akan disertakan dalam

RIFW 2018

Tag :
Follow Us :

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com