Menjamurnya RPTRA Sudahkan Ramah Pada Anak

  • lae
  • 19 Januari 2018 | 09:02:35
  • 352 Kali Dilihat
Menjamurnya RPTRA Sudahkan Ramah Pada Anak
Inilah salah satu properti bermain anak yang menggunakan berbahan besi sehingga tak ramah anak.

Beritaenam.com, Jakarta – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau juga dikenal dengan singkatan RPTRA adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada di sekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, refleksologi, botanical garden, pendidikan untuk kesehatan, kids mart, ruang belajar seni dan budaya, dan lainnya. 

Intinya kehadiran RPTRA yang mampu melatih kemampuan motorik dan mengasah kreativitas anak, sehingga punya manfaat positif terhadap proses tumbuh dan kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.


Menoleh kebelakang RPTRA mulai muncul sejak diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta, saat di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hingga tahun 2017, tidak kurang dari 300 RPTRA sudah berdiri di kawasan Jakarta. Untuk pengadaan RPTRA menggunakan sumbangan dana Corporate Social Responsibility (CSR), sebagian lagi menggunakan dana APBD.

Hanya saja, kehadiran RPTRA tidak seluruhnya ramah anak, Managing Director PT. Pro-Lansekap Indonesia, Muhammad Arie Aripin mengungkapkan, masih banyak ruang bermain yang dikelola oleh warga, yang belum memenuhi standar baku yang ditetapkan oleh para ahli psikologi anak.

“Masih banyaknya taman bermain yang belum memenuhi ketentuan keselamatan anak. Iya seperti menggunakan berbahan besi atau kalau menggunakan berbahan plastik yang tidak bergaransi sesuai standar mutu internasional, dimana tak memperhatikan berbahan  plastik yang tidak memuai, tidak luntur, tidak beracun, tidak mudah pecah, tidak menyimpan bakteri,” Kata Ari menyayangkan lahan bermain anak masih sebatas arena bermain semata tanpa memperhatikan keselamatan.

Selanjutnya konsultan playground bersertifikasi international. Ari pun menjelaskan, RPTRA sejatinya melengkapi diri  alat bantu pengawasan berupa  CCTV (Closed Circuit  Television) selain tenaga sukarelawan yang turut menjaga lahan publik bermain anak.

“Karena RPTRA didisain sebagai sarana bermain yang juga menjadi tempat edukasi. Dan ketentuan itu sesuai dengan pemenuhan 10 hak anak  seperti yang tercantum di dalam  konvensi PBB,” timpal Ari dalam obrolan kepada beritaenam.com, di Artotel Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (18/1) siang lalu.

Masih cerita Ari, kalau melihat Malaysia dan Singapura disana sudah menjadikan ruang bermain anak  berstandar sebagai peraturan yang tidak dapat ditawar lagi. Di Negeri tetangga untuk satu bangunan apartemen sangat diwajibkan harus memiliki lahan bermain anak (Playground Kids).

“Jadi di Malaysia dan Singapore untuk mendirikan apartemen, itu sudah diwajidkan untuk juga menyediakan lahan bermain anak. Idealnya untuk sekitar 200 kepala keluarga harus ada satu Playground,” ungkapnya serius.

Menyoal perihal RPTRA yang berstandar internasional dan telah mengantongi ISO, ASTM, dan Tuv Nord, salah satunya RPTRA Kalaijodo yang diinisiasi PT Landscape Indonesia anggota International Play Equipment Manifacture Association.

Malahan tak tanggung-tanggung RPTRA Kalijodo, PT Landscape Indonesia terhadap wahana bermainnya memberikan ganransi 5 tahun serta memberikan asuransi sebesar Rp 3 Miliar per anak, jika terjadi kecelakaan akibat kesalahan produk.

Untuk itu, Pemda DKI Jakarta yang kini di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Ari menyimpan harapan suapaya kembali melanjutkan pembangunan RPTRA di DKI.

Sebab RPTRA sangat mempunyai sisi positif terhadap perkembangan kesehatan, mental, fisik dan psikis anak-anak kedepannya. Tentunya wahana bermain yang ramah anak harus memperhatikan standar internasional ya?” tutup Ari yang tengah membangun RPTRA terbesar di Purworejo, Jawa Tengah.

 

.

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com