‘Penembakan’ di DPR: Pelakunya Anggota Perbakin Tangerang

64
Bekas lubang peluru di jendela seorang anggota DPR.

Beritaenam.com, Jakarta – Dua peluru yang menembus ruangan dua anggota DPR dan hampir mengenai kepala seorang asisten anggota DPR, adalah ‘peluru nyasar’ dari tempat latihan menembak Perbakin, kata pihak berwenang (15/10).

“Segera sesudah mendapat laporan, kami datang ke TKP, dan melakukan olah TKP, dan dari hasil pemeriksaan, didapati bahwa kedua peluru itu merupakan peluru nyasar,” kata Juru Bicara Polri Irjen Setyo Wasisto.

“Pelurunya kaliber 9 mm, dengan jarak jangkau yang cukup jauh, yang akan diteliti lebih lanjut,” kata Setyo.

“Pelaku insiden itu, seorang anggota Perbakin dari Tangerang Selatan, sudah ditemukan dan akan dilakukan tindakan hukum,” tambahnya dalam jumpa pers yang dilakukannya bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Tak ada korban jatuh dalam kejadian ini.

“Hampir saja, tapi syukurlah tidak mengenai siapa pun,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo,

“Peluru itu, yang melesat ke ruangan Pak Bambang Heri yang sedang umroh, itu menembus jilbab seorang asistennya. Sedikit lagi saja, akan mengenai kepalanya. Syukurlah ia selamat,” kata Bambang pula.

“Yang di lantai 16 pun, kalau saja Pak Wenny Warouw berdiri, bisa kena,” lanjut Bambang.

Baik Wenny Warouw maupun Bambang Heri Purnama adalah anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum dan keamanan. Gambar-gambar lubang bekas peluru beredar di media massa.

Sempat muncul dugaan bahwa ini bukan merupakan kecelakaan, namun spekulasi tentang konspirasi politik segera mereda, karena kedua orang anggota DPR itu berasal dari dua partai yang berseberangan dalam pemilihan presiden 2019.

Wenny Warouw dari Partai Gerindra yang mendukung Prabowo Subianto, sedangkan Bambang Heri berasal dari Partai Golkar yang mendukung Jokowi.

Brigjen polisi purnawirawan Wenny Warouw sedang menerima dua tamu saat peluru melesat menembus kaca jendela.

Menurut Wenny Warouw, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB.

“Saya ada di ruangan, ada tamu saya dua orang, tiba-tiba bunyi tembakan, dan (melesat) di atas kepala saya pelurunya,” katanya seperti dikutip Detikcom.

Salah satu tamunya adalah pendeta Heski Roring.

“Saya kan lagi asyik ngobrol-ngobrol dengan Pak Wenny Warouw. Ngobrol-ngobrol gitu tiba-tiba sudah ada tembakan. Pletak, desing. Mungkin satu jengkal dari kepala saya. Saya langsung ngomong ‘Pak Jenderal tiarap ini tembakan!’,” kata Heski dikutip detikcom.

“Peluru dari arah kiri atas. Pokoknya rambut saya ini terangkat juga. Mungkin kalau saya tinggi duduknya, paling kena juga,” tambah sang pendeta.

Ketua DPR, Bambang Soesatyo, saat membuka jumpa pers sekitar pukul 17.30, mengatakan, “Intinya adalah, ada yang latihan menembak di lapangan tembak Perbakin, yang pelurunya menyasar ke gedung DPR”.

Sekitar lima belas menit kemudian peluru menembus ruang kerja Bambang Heri Purnama, anggota DPR dari Fraksi Golongan Karya, di lantai 13.

Asisten Bambang Herry di lantai 1313 yang kerudungnya terkena lesatan peluru masih syok, kata Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Dilansir dari BBC News, menurut Setyo Wasisto, peluru bisa melesat ke lantai 13 dan lantai 16 gedung Nusantara I kompleks DPR, karena pelaku melakukan latihan ‘tembak reaksi,’ yaitu melepaskan tembakan sambil bergerak.

Pelaku, kata polisi, akan dikenai tindakan hukum melalui Polda Metro Jaya dan tindakan keorganisasian melalui Perbakin.