Penghina Iriana Akui Ada Kelompok Khusus Pembuat Ujaran Kebencian

  • 13 September 2017 | 13:43:24
  • 84 Kali Dilihat
Penghina Iriana Akui Ada Kelompok Khusus Pembuat Ujaran Kebencian

Beritaenam.com, Bandung – Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi, Dodik Ikhwanto mengaku beraksi sendiri. Namun polisi mensinyalir penghinaan kepada Iriana dilakukan secara berkelompok.

“Pengakuan tersangka kemarin, dia bekerja sendiri. Namun, penyidik sedang memeriksa apa ada keterlibatan pihak lain,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Rabu (13/9/17).

Terkait foto Iriana yang diunggah Dodik ke akun Instagramnya, @warga_biasa, polisi menduga foto tersebut didapat Dodik dari orang lain. Polisi masih menyelidiki sumber foto tersebut.

“Tentunya untuk foto sangat mudah untuk didapatkan. Namun, asal sumbernya foto yang di-upload dapat dari mana itu yang akan kita dalami dan akan diperiksa,” ujarnya.

Saat ini Dodik masih diperiksa secara intensif. Hendro mengatakan Dodik bersikap kooperatif selama diperiksa.

“Dia tidak berbelit-belit saat dilakukan pemeriksaan,” kata Hendro.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan Dodik mengakui memang ada kelompok khusus pembuat ujaran kebencian.

“Dia mengakui yang seperti dia (pembuat ujaran kebencian) ada kelompok khusus. Ini nanti kita akan kita dalami lagi,” kata Yoris di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (12/9/17).

Polisi terus mendalami berbagai kemungkinan berdasarkan pengakuan tersangka. Termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dengan kelompok Saracen.

“Nantinya kita akan melakukan penyelidikan apakah ini terkait dengan kelompok saracen atau bagaimana nanti kita akan lakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dodik Ikhwanto (21), pemilik akun Instagram @warga_biasa yang kedapatan menyebar ujaran kebencian dengan sasaran Ibu Negara Iriana Joko Widodo ditangkap jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (11/9/17).

Pelaku ditangkap di Jalan Jepang KM 11 no 1088, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, yang merupakan kediamannya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah telepon seluler berserta dua sim card, dua bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan gantungan kunci HTI. 

 

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com