Polisi Menembak Penadah Mobil Taksi Online yang Dirampok Saat Hendak Ditangkap

  • lae
  • 02 Januari 2018 | 05:58:38
  • 37 Kali Dilihat
 Polisi Menembak Penadah Mobil Taksi Online yang Dirampok Saat Hendak Ditangkap
Barang bukti yang berhasil di sita Polres Sukabumi.

Beritaenam.com, Sukabumi - Penadah mobil taksi online yang dirampok di Sukabumi sempat berusaha kabur saat hendak ditangkap. Polisi pun sempat berkali-kali melepas tembakan ke kendaraan yang dipakai pelaku untuk melarikan diri.

Polisi mengejar IS alias Kribo, salah satu tersangka yang merupakan penadah kendaraan jenis Datsun Go bernomor polisi B 1712 ZFX milik korban, almarhum Mulud (63).

Saat hendak kabur, Kribo juga menggunakan mobil milik korban Mulud. Akibatnya, 4 peluru polisi melubangi kendaraan tersebut.

"Pelaku Kribo diketahui sebagai penadah, sebelumnya melalui serangkaian penyelidikan terungkap jika kendaraan berada di si Kribo ini. Kita terlibat kejar-kejaran, saat itu dia sedang memakai kendaraan milik korban saat kita minta untuk berhenti dia malah berusaha melarikan diri," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Dhoni Erwanto, Senin (1/1/2018).

Enam personel kepolisian yang menggunakan 3 sepeda motor berusaha mengejar kribo yang berusaha kabur.

Saling kejar terjadi di sepanjang jalur Cidahu-Cimelati. Hampir sejauh 5 kilometer polisi terlibat kejar-kejaran dengan pelaku.

Khawatir pelaku melarikan diri semakin jauh, tembakan peringatan diarahkan ke udara, namun pelaku malah mempercepat laju kendaraannya.

"Akhirnya terpaksa kita arahkan ke badan kendaraan, namanya penangkapan pelaku curas kita tidak tahu segala kemungkinan bisa saja terjadi takutnya dia juga membawa senjata. Akhirnya kita lepaskan peluru ke badan kendaraannya, dia akhirnya mau berhenti," lanjut Dhoni.

Pelaku Kribo menyerah, dia mengaku mendapat kendaraan itu dari komplotan Vino. Kribo mengaku mengganti plat nomor kendaraan atas saran Vino cs.

"Dia bilangnya ini kendaraan masih leasing, makanya saya ganti plat nomornya. Mereka menggadaikan kendaraan ini awalnya ingin Rp 10 Juta, saya tawar Rp 4,5 juta dikasih," cerita Kribo seperti dikutip dari detik.com.

Kribo mengaku tidak tahu jika itu barang hasil kejahatan, bahkan pemiliknya dibunuh oleh para pelaku.

"Saya enggak tahu, kalau saja tahu ini hasil rampokan saya enggak mungkin nerima. Saat dikejar polisi juga saya enggak tahu, saya lari karena mengira mereka (polisi) itu orang leasing," lirihnya.

 

.

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com