Presiden Jokowi Tinjau Aktivitas Padat Karya Tunai di Sungai Wai Hatukau Ambon

  • Agus Blues
  • 14 Februari 2018 | 15:56:10
  • 73 Kali Dilihat
Presiden Jokowi Tinjau Aktivitas Padat Karya Tunai di Sungai Wai Hatukau Ambon
Presiden RI Joko Widodo bersama Mendes Eko Putro Sandjojo nampak meninjau pengerukan dan normalisasi Sungai Wai Hatukau. Foto: Humas Kemendes.

Beritaenam.com, Ambon Rabu (14/2) pagi tadi, Presiden Joko Widodo meninjau proses pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Pengerukan sungai ini menggunakan anggaran dana desa dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT).

Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, sampai saat ini baru dua kementerian yang telah melaksanakan program padat karya tunai, yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Kementerian PUPR. Ia meyakinkan bahwa program yang bertujuan memberikan pendapatan lebih kepada masyarakat tersebut akan terus berjalan disusul oleh kementerian/ lembaga lainnya.

"Ini (pengerukan) padat karya tunai di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Yang jalan sekarang baru dua, Kementerian PU dan Kementerian Desa. Nanti kementerian lain menyusul," ujar Presiden.

Terkait hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, pengerukan sungai di Desa Batu Merah dilakukan berdasarkan kesepakatan warga untuk mengantisipasi pendangkalan. Pengerukan dilakukan dengan memberdayakan warga setempat untuk membangkitkan ekonomi desa.

"Pak Presiden minta masyarakat yang bekerja untuk dipastikan dibayar," ujarnya.

Penyaluran dana desa tahun ini, lanjut Eko, dilakukan dalam tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Hal tersebut berbeda dengan tahun lalu (2017) yang disalurkan dua kali yakni Maret dan Agustus. Selain itu, proses pengawasan juga diperketat dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan. 

"Tahun lalu kita baru mulai pencairan bulan Maret, sekarang beda. Januari sudah bisa pencairan supaya tidak ada jeda," jelasnya yang akan mengevaluasi setiap tiga bulan dari skema padat karya ini.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Eko juga memberikan bantuan dana untuk modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan total Rp750 juta untuk 15 BUMDes. Beberapa desa yang mendapatkan modal tersebut diantaranya adalah Desa Hative Kecil, Desa Rumah Tiga, dan Desa Batu Merah. Masing-masing BUMDes mendapatkan Rp50 juta. Selain itu, Menteri Eko juga memberikan bantuan usaha untuk 15 Kelompok Usaha Ekonomi dengan total Rp600 juta. Masing-masing kelompok mendapatkan Rp30 juta.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com