Raja Ampat Tetap Dipromosikan Kemenpar Walau Terumbu Karang Rusak

  • lae
  • 17 Maret 2017 | 07:01:36
  • 245 Kali Dilihat
Raja Ampat Tetap Dipromosikan Kemenpar Walau Terumbu Karang Rusak
Raja Ampat

Beritaenam.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata tetap mempromosikan destinasi wisata Raja Ampat di Papua Barat meski di tengah kerusakan terumbu karang oleh kapal pesiar Caledonian Sky yang terjadi beberapa waktu lalu.

Promosi Raja Ampat pasca-peristiwa rusaknya terumbu karang ini dianggap mampu membantu menyelesaikan masalah lingkungan itu.

"Kalau melihat kejadian ini (rusaknya terumbu karang Raja Ampat), kami tetap menjual Raja Ampat. Sebenarnya rusaknya ini bukan karena kegiatan pariwisatanya tapi karena kesalahan kapten kapalnya dalam membaca pasang surut," kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara, Rizki Handayani dalam acara Jumpa Pers dengan Forum Wartawan Pariwisata di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Menurutnya, pentingnya promosi Raja Ampat pasca-peristiwa ini bisa mendukung penyelesaian kasus rusaknya terumbu karang oleh kapal pesiar Caledonian Sky.

Pasalnya, lanjut Rizki, wisatawan yang datang ke Raja Ampat didominasi oleh pencinta lingkungan.

"Kita bukannya memanfaatkan tapi isu ini bisa diangkat oleh penyelam luar negeri untuk mendukung Indonesia," katanya.

Menurut Rizki, langkah cepat penanganan yang dilakukan lintas kementerian dianggap sangat baik.

Dengan demikian, lanjut Rizki, Kementerian Pariwisata bisa melanjutkan kegiatan promosi wisata Raja Ampat terkait Live On Board dan Asia Dive Expo (ADEX).

"Saya rasa mereka yang sudah ke sana (Raja Ampat) tertarik untuk melihat perubahan dulu dia pernah pergi dan sekarang. Dan ini bisa membantu kita untuk menyuarakan ganti rugi," ujar Rizki.

Peristiwa kapal pesiar MV Caledonian Sky berpenumpang 102 orang menerabas terumbu karang di Raja Ampat itu terjadi pada 4 Maret 2017 lalu.

Kapal hendak mengantarkan wisatawan melakukan pengamatan burung di Waigeo.

Entah apa penyebabnya, kapal itu terjebak di perairan dangkal. Namun, boat menarik kapal itu pada saat air belum pasang sehingga merusak terumbu karang di bawahnya.

Kini, peristiwa tersebut ditangani oleh lintas kementerian seperti Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Kelautan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perhubungan.(be/Kompas.com)

 

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com