Rutin Minum, Teh Bermanfaat Untuk Cegah Risiko Glaukoma

  • lae
  • 04 Januari 2018 | 13:51:50
  • 88 Kali Dilihat
Rutin Minum, Teh Bermanfaat Untuk Cegah Risiko Glaukoma
Teh hangat

Beritaenam.com - Teh punya banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk melawan penyakit. Salah satunya yakni melawan risiko glaukoma yang mudah dihadapi oleh siapa saja yang punya faktor risiko.

Para ahli menyebutkan, glaukoma dapat menyerang siapa saja, apalagi bagi seseorang yang tak pernah menjalankan hidup sehat sejak muda.

Bila tidak dicegah, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan yang pasti merugikan kehidupan di masa mendatang.

Namun, banyak studi yang membuktikan banyak cara untuk mencegah glaukoma. Yakni salah satunya membiasakan diri minum teh hangat setiap hari.

Minum teh hangat setiap hari mengurangi risiko pengembangan glaukoma sebesar 74%. Hal ini tentu lebih bermanfaat daripada mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi.

"Glaukoma bisa menyebabkan kebutaan, dan akan lebih bagus lagi jika bisa dicegah karena tidak ada obatnya," kata penulis utama Dr Anne Coleman dari University of California, Los Angeles.

Selain minum teh, cara lain untuk mencegah glaukoma yakni memeriksakan mata sebagai bentuk deteksi dini. Kebiasaan hidup sehat juga mengantarkan seseorang untuk mencegah risiko kebutaan di masa mendatang.

Seperti yang telah disebutkan, seseorang yang berisiko mengalami glaukoma yakni orang dengan rabun jauh, cedera fisik, genetik dan faktor lainnya. Namun, semua itu dapat dicegah dengan beberapa cara yang sudah melewati tahap uji coba.

Untuk mengevaluasi hubungan antara minuman berkafein dan glaukoma yang spesifik, Coleman dan rekannya menganalisis data sampel lebih dari 10.000 orang di Amerika Serikat yang mewakili seluruh populasi.

Peserta melakukan Survei Kesehatan dan Gizi Nasional selama 2005-2006, dengan menjawab pertanyaan tentang diet dan gaya hidup mereka, menjalani ujian kesehatan dan tes darah, serta menjalani pemeriksaan mata.

Sekira 1.700 peserta berusia di atas 40 tahun, tidak memiliki penyakit mata lain berdasarkan hasil pemeriksaan mata. Dalam kelompok ini, tim Coleman menemukan bahwa lebih dari 5% atau sekira 82 orang menderita glaukoma.

"Peminum teh harus tetap minum dan tidak perlu berhenti karena takut glaukoma," kata Coleman.

Namun, dengan hasil studi ini harus diperkuat dengan penelitian lain di masa mendatang. Caranya dengan melihat kebiasaan, aktivitas, dan nutrisi yang mempengaruhi risiko gaya hidup dan glaukoma.

"Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan minat yang luar biasa, dan penelitian selanjutnya, mengenai perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi penyakit," imbuh Idan Hecht dari Universitas Tel Aviv di Israel.

Dalam studi tersebut menunjukkan, teh mengandung tinggi vitamin C, E, dan seng dapat membantu meningkatkan penglihatan. Studi lain menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh bisa memiliki efek yang sama.

Selain minum teh, Anda juga harus rajin berolahraga, makan sehat dan mencoba cara baru untuk memperbaiki kesehatan. Paling tepat yakni harus konsultasi dengan dokter supaya lebih mudah melakukan deteksi dini.

Tak cuma itu, tambah Dr Ahmad Aref di University of Illinois di Chicago, sebuah faktor lingkungan juga bisa berperan dalam risiko glaukoma. Seiring bertambahnya usia, risiko pengembangan glaukoma paling rawan terjadi.

"Ini penyakit yang sulit diprediksi karena perlahan-lahan akan sulit melihat seriing waktu. Apapun yang terjadi lebih baik kita cegah," terangnya, dilansir Zeenews, Rabu (3/1/2018).

Perlu diketahui, glaukoma adalah penyebab utama kedua kebutaan di seluruh dunia. Berdasarkan data WHO, lebih dari 58 juta orang di dunia telah mengidap penyakit ini. Munculnya juga tak disangka, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes.

 

.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com