Tanggal Cantik 10-10 untuk Hamgeku Buwono X dan Paku Alam X

  • 10 Oktober 2017 | 12:51:35
  • 60 Kali Dilihat
Tanggal Cantik 10-10 untuk Hamgeku Buwono X dan Paku Alam X

Beritaenam.com, Yogyakarta - Teka-teki waktu pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akhirnya terjawab. Pemda DIY akhirnya mendapat kepastian pelantikan Sri Sultan HB X dan Paku Alam X sebagai Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY akan dilakukan di tanggal cantik, yaitu 10 - 10 (10 Oktober.

Kepastian ini baru diperoleh Pemda DIY pada Senin (9/10) pukul 15.30. Selain itu, pemerintah pusat juga memastikan bahwa Sultan-Paku Alam akan dilantik oleh Presiden Jokowi Selasa (10/10) pukul 16.00 di Istana Negara Jakarta.

Baca juga

Kata Sultan HB X Soal Kemungkinan Kekosongan Jabatan Gubernur DIY

Sri Sultan Siap Laksanakan Perppu Ormas Anti-Pancasila di Yogyakarta

"Info ini kita terima secara lisan dari Jakarta. Beritanya baru masuk jam setengah empat (kemarin, Red) tadi (kemarin)," ujar Sekretaris Daerah Pemda DIY, Gatot Saptadi, melalui sambungan telepon seluler, Senin (9/10/2017) malam.

 

Mantan Kepala BPBD DIY ini tidak mengetahui secara detail mengapa ada perubahan jadwal pelantikan. Sebelumnya Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono, menyampaikan jika pelantikan kepala daerah DIY ini akan digelar pada 16 Oktober mendatang. Artinya, akan ada kekosongan jabatan kepala daerah DIY selama enam hari, setelah masa jabatan Sultan-Pakualam periode 2012-2017 berakhir hari ini.

"Mungkin, salah satu pertimbangan utama pelantikan dilakukan hari ini terkait habisnya masa jabatan. Supaya tidak ada kekosongan jabatan, biar enggak ada PLT (pelaksana tugas gubernur-wakil gubernur), saya enggak tahu. Itu keputusan di pusat lah," papar Gatot.

Dia menyatakan, jika ada dinamika penentuan jadwal pelantikan, karena memang Kemendagri secara administrasi bertugas menyusun jadwal. Jika pun Dirjen Otda menyatakan bahwa pelantikan sepekan ke depan, maka keputusan final ada di tangan Presiden Jokowi.

"Wah, ora reti (tidak tahu)," jawab Gatot ketika disinggung apakah ada lobi tertentu. "Kita enggak bicara lobi lah, yang jelas keputusan ada di RI 1," lanjutnya.

Meski begitu, Gatot menyatakan belum benar-benar merasa lega meski sudah ada jadwal resmi pelantikan. "Leganya kalau sudah ada pelantikan. Sudah dilantik, baru lego aku," tuturnya.

Pejabat hadir

Sementara itu, sejumlah pejabat struktural di lingkup Pemda DIY dan DPRD DIY akan menghadiri acara pelantikan, selain tentu saja Sultan-Paku Alam beserta keluarganya. Ada pula pejabat instansi vertikal DIY, bupati-wali kota di DIY, dan satuan kerja perangkat daerah penunjang, yang akan turut serta.

"Pokoknya kita sampaikan (bahwa) jadwal pelantikan besok (hari ini, Red). Jumlahnya (yang berangkat ke Jakarta) saya enggak tahu. Kalau yang terkait undangan kan kita menyesuaikan. Artinya, nanti barangkali ada kendala transport dan lain-lain, kan kita enggak tahu. Informasi ya lisan semua. Karena (informasi) Jakarta juga baru malam ini (kemarin)," kata Gatot menguraikan.

Ini adalah pelantikan kedua bagi Sri Sultan Hamengkubuwono sebagai Gubernur DIY setelah Undang-undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY disahkan. Pelantikan pertama dilakukan di Gedung Agung Yogyakarta, lima tahun lalu, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tunggu Presiden

Ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (9/10), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan terkait tanggal pelantikan pihaknya menyerahkan kepada presiden. Namun menurutnya, pertemuan dengan Dirjen Otda tidak membicarakan tanggal.

"Saya belum dapat berita, hari ini (kemarin) ada pertemuan kembali. (Pertemuan dengan Dirjen) Ndak, tanggalnya enggak bicara, kita serahkan kepada presiden," kata Sultan, Senin (9/10).

Sebelumnya, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono mengatakan, pelantikan Gubernur DIY periode 2017-2022 akan digelar di Jakarta dan akan dilakukan berbarengan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih pada 16 Oktober 2017. Pelantikan akan dilakukan secara langsung oleh Presiden.

Menurut Sultan, pelantikan 16 Oktober 2017 adalah masukan dari Kementerian Dalam Negeri, tapi Sultan tetap akan menunggu keputusan akhir dari Presiden. Menurutnya, Senin kemarin masih ada pembahasan di Jakarta.

Terkait dirinya ditunjuk untuk menjadi Plt, Sultan akan mengikuti keputusan pusat dan selain juga supaya tidak ada pro dan kontra. “Kepastian tanggal berapa kita belum tahu, belum diundang ke Setneg," kata Sultan.

Tidak boleh maju

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono, Senin (9/10) menyebut tanggal tersebut kepada wartawan setelah bertemu dengan pejabat Pemda DIY di Kantor Sekda. Sumarsono juga sudah bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pelantikan pada 16 Oktober 2017 tersebut mundur enam hari dari masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2012-2017 yang berakhir pada Selasa (10/10) hari ini.

Guna mengisi kekosongan jabatan selama enam hari, Menteri Dalam Negeri menunjuk Sri Sultan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DIY.

"Pelantikan itu mundur boleh, tapi maju tidak boleh. Karena DKI berakhir 15 Oktober, dimajukan gak bisa, maka posisi DIY yang mengalah, mundur," kata Sumarsono.

Menurut Sumarsono, selama waktu jeda ini, dengan memperhatikan Perdais Nomor 2/2015, Perpres 16/2016, dan berbagai perkembangan baru dalam UU 10 2016, maka solusi selama enam hari diangkat pelaksana tugas Gubernur DIY,

Dijelaskan oleh Sumarsono, filosofi yang dipilih adalah ketika Gubernur mengakhiri jabatan sebagai Gubernur dan tidak membicarakan sebagai Sultan, maka diserahkan lagi kepada Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sesuai UUD pasal 4 ayat 1.

"Kemudian filosofi melalui pembantunya atau Menteri yang membidangi pemerintahan yaitu Menteri Dalam Negeri, kemudian menunjuk Pelaksana Tugas (Plt), kebetulan supaya nyambung dengan keistimewaan Yogyakarta dengan Sultan yang bertakhta dan seterusnya, maka dengan berbagai pertimbangan, ya biarlah Pelaksana Tugas adalah Bapak Sultan sendiri," kata Sumarsono.

 

 

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com