Tentang Ikan Bakar Ibu Rahma Langganan Saya

260

Beritaenam.com, Lampung – Berkacalah pada Bu Rahma, pemilik warung sederhana langganan saya, di  Desa Rangai, dekat pantai Pasir Putih, Lampung Selatan. Warung sederhana, yang menyajikan menu ikan bakar ini, selalu ramai dikunjungi para pelanggannya.

Lokasinya persis di samping pom bensin, pinggir jalan raya Bakauheni – Lampung. Kalau dari Bakauheni, posisinya sebelah kanan jalan. Saya sudah beberapa kali mampir dan menikmati sajian ikan bakar yang masih segar, yg jadi menu andalan.

Bu Rahma, ibu dari dua orang putri ini, merintis usaha warung makan. Dua tahun lalu saya makan kondisi warung masih sangat sederhana. Bangku dan meja cuma sederet, kalau pas jam makan siang antre nunggu giliran.

Rabu (21/2) siang saya lewat dan menyempatkan makan di warung bu Rahma. Kondisi sudah berubah, sudah lebih luas. Saya sudah tidak antre, karena meja makan sudah tersedia beberapa tempat dan posisi agak legaan.

Saya pesan ikan bakar. Di meja sudah tersedia aneka lalaban. Menunya cuma ikan bakar dan ayam bakar. Plus sambal trasi yang di bikin dadakan. Ditambah sayur asem. Dinikmati anget-anget.

Deru suara kendaraan yang lalu lalang nggak dihiraukan, kalah dengan kenikmatan lidah menyantap ikan bakar sambel terasi bikinan bu Rahma.

Merintis usaha makanan pinggir jalan, bu Rahma yang keturunan Malimping Banten (ibu) dan Brebes, Jawa Tengah (ayah) ini, awalnya hanya untuk menyediakan menu seserhana buat para sopir truk yang suka mangkal di pom bensin.

Tapi lama kelamaan menjadi langganan para pengendara yang melintas di jalan Trans Sumatera ini. Bahkan tampak pelanggan berseragam Pemda terlihat di warung Bu Rahma. Bahkan dia juga mulai melayani paket pesanan lewat no HP 082175945738.

Bu Rahma merasa bersyukur bisa mengembangkan usahanya, dengan pelebaran warung ke belakang. Tapi seiring dengan kemajuan usaha, dia tetap mempertahankan suasana kekeluargaan yang dibangun.

Tidak tertarik untuk merenovasi menjadi rumah makan besar.

“Cukup segini aja..kalau di bagusin nanti malah pada takut datang lagi pelanggan,” kata Bu Rahma.

Harganya murah meriah. Per porsi cuma Rp 20 ribu. Ikannya besar. Puas dan nikmat. Bagi dia, apa yg ada dijalani dengan usaha rumah makan ini bisa memuaskan pelanggan.

Dia hanya ambil keuntungan tipis, yang penting bisa buat perputaran dan memenuhi kebutuhan sehari hari. Masih ada sisa sedikit ditabung buat tunaikan Ibadah Haji.
Amiin. Saya doakan bu rahma segera bisa berangkat ke tanah suci….