Terkenang Benny Panjaitan, Kapolri Dendangkan Musafir

  • lae
  • 23 November 2017 | 16:52:35
  • 155 Kali Dilihat
Terkenang Benny Panjaitan, Kapolri Dendangkan Musafir

Beritaenam.com, Jakarta – Kamis (23/11) malam nanti, berpuluh penyanyi dan pejabat akan menyatu di Ghara Bhakti Budaya TIM, Jakarta Pusat. Guyub mereka untuk membawakan lagu-lagu Panbers band untuk mengenang Benny Panjaitan, lewat acara yang bertitel In Memoriam Perjalanan Sang Legenda Benny Panjaitan-Panbers.

Sederet artis kondang yang akan menyuarakan karya-karya Panbers, sebut saja;  Dian Pisesha, Nia Daniati, Edo Kondolangit, Diah Permatasari, Wanda Hamidah, Ayu Diah Pasha, Nunu Datau, Resya Panjaitan, Hendri Lamiri, Joy Tobing, Style Voice, Kelompok Penerbang Roket, Amigos band, Panbers Junior, Asido Panjaitan, dan Junimart Girsang.

 

Pergelaran selain menyuguhkan musik, disertai pula pembacaan puisi dan pantomin yang akan berjalan selama 3 jam, juga menghadirkan pejabat yang akan bernyanyi, yakni; Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakil Ketua KPK Irjen Pol Basaria Panjaitan dan Saut Situmorang, juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Demi suksesnya acara In Memoriam Perjalanan Sang Legenda Benny Panjaitan-Panbers, Kapolri pun merelakan waktunya tersita untuk mengikuti gladi bersih di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/11) sore lalu. Usai menyanyikan lagu Musafir, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menceritakan keterlibatannya dalam acara yang semula dikemas untuk merayakan ulang tahun ke-70 sang legenda pop Indonesia mendiang Benny Pandjaitan.

 

"Sore ini kita latihan gladi bersih untuk acara mengenang Benny Pandjaitan. Karena kita tahu bahwa beliau bukan hanya sekedar musisi biasa, beliu adalah aset bangsa, aset musik Indonesia. Lagu-lagunya terus menerpa segala jaman, sampai hari ini," papar Tito bersemangat.

Terhadap Benny Panjaitan, Tito pun menendoakan agar almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. “Sekaligus juga jiwa dan semangat serta seni yang sudah beliau sampaikan kepada kita dapat kita teruskan sehingga lagu-lagunya dapat terus dikenang sepanjang masa,” ungkap mantan Kapolda Metro Jaya.

Menyadari dirinya bukan penyanyi, Kapolri berterima kasih telah diberi kehormatan untuk bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. “Saya berusaha maksimal. Tadinya saya ingin menyanyikan Terlambat Sudah. Tapi ternyata saya terlambat dengan lagu Terlambat Sudah yang lebih dahulu diambil Mbak Puan. Jadi akhirnya saya pikir, ya sudah saya jadi musafir saja, lewat lagu Musafir,” katanya.

Dari berpuluh lagu karya Panbers, Tito menceritakan, lagu Gereja Tua menjadi lagu terfavorit. “Tapi (lagu Gereja Tua) ternyata sudah diambil juga, jadi saya cari yang mana? Ah lagu Musafir, ya sudah, saya latihan di kamar mandi,” akunya.

Pergelaran In Memoriam Perjalanan Sang Legenda Benny Panjaitan-Panbers, Gusti Randa mengungkapkan, kalau konser musik ini telah direncanakan sejak jauh hari sebagai hadiah ulang tahun ke-70 Benny Pandjaitan. Namun karena Benny telah wafat, sehingga panitia perlu merubah format acaranya. “Meskipun terjadi perubahan format acara, sekali lagi saya tekankan ini sama sekali bukan acara mengumbar air mata atau acara charity ya?” tegas Gusti Randa yang bertugas sebagai Show Director, dan Executive Produser Trimedya Panjaitan.

"Yang pasti lewat acara ini, kami ingin mengapresiasi lagu-lagu yang diciptakan dari awal sampai telah berpulang. Ini bukan acara sedih-sedihan atau senang-senangan, tapi memberi apresiasi terhadap karya cipta beliau," ungkap Gusti serius yang memberikan kepercayaan host kepada Helmy Yahya dan Ratna Listy ini. (asa)

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com