Tiba di Jakarta, Jokowi: Diplomasi Kopi Akan Menjadi Perekat Baru Hubungan Bilateral Kita

  • lae
  • 20 Maret 2018 | 08:40:31
  • 57 Kali Dilihat
Tiba di Jakarta, Jokowi: Diplomasi Kopi Akan Menjadi Perekat Baru Hubungan Bilateral Kita
Presiden Jokowi saat tiba kembali di Indonesia.

Beritaenam.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di Tanah Air setelah berkunjung ke Australia dan Selandia Baru. Kepulangan Jokowi disambut oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Jokowi dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa 20 Maret 2018 pukul 04.50 WIB.

"Tampak menyambut Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian," kata Bey, Selasa (20/3/2018).

Selain itu, hadir juga yang menjemput Jokowi yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Selama tiga hari berada di Australia, sejak Jumat (16/3) hingga Minggu (18/3), berbagai kegiatan dilakukan Jokowi, yakni menghadiri KTT Istimewa ASEAN-Australia 2018, jalan kaki pagi bersama duta toleransi muda Indonesia, mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Australia Malcolm Turnbull.

Selain itu, Jokowi bertemu dengan pemuda lintas agama dari Indonesia dan Australia, berbicara di CEO Forum dan bertemu dengan penerima New Colombo Plan.

Saat berbicara di CEO Forum (17/3), Presiden mendorong pengusaha Australia untuk berinvestasi di ASEAN karena berbagai keunggulan ASEAN baik dari segi geografis maupun demografis menjadikan ASEAN sebagai poros perekonomian baru dunia.

"Poros perekonomian dunia sedang bergeser dari Atlantik ke Pasifik, pertumbuhan ekonomi tertinggi saat ini ada di Asia Pasifik. Lalu siapa yang tepat berada di tengah-tengah Asia Pasifik, adalah ASEAN," kata Jokowi, Kamis (17/3).

Sementara itu, dalam kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru selama dua hari, sejak Minggu malam (18/3) hingga Senin (19/3), Jokowi mengawali kegiatan dengan jalan kaki bersama pelajar Indonesia.

Setelah itu, mengadakan pertemuan bilateral dengan Gubernur Selandia Baru Patsy Reddy, PM Selandia Baru Jacinda Ardern, Ketua Oposisi (Ketua Partai Nasional Selandia Baru) Simon Bridges, bertemu dengan para CEO Selandia Baru dan diakhiri dengan menyapa masyarakat Indonesia yang berada di Selandia Baru.

Di Selandia Baru, Jokowi mempromosikan kopi Indonesia kepada PM Selandia Baru, Gubernur Jenderal Selandia Baru dan jajaran menteri Selandia Baru karena masyarakat Selandia Baru dikenal sebagai penikmat kopi.

Sedangkan Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia memiliki banyak jenis kopi, mulai dari kopi bali, kopi sumatra, kopi jawa, kopi toraja, hingga kopi luwak.

"Jangan lupa, jika minum kopi, minumlah kopi Indonesia," ujar Jokowi saat menghadiri jamuan santap siang kenegaraan di Government House (19/3).

Jokowi berharap diplomasi kopi akan menjadi perekat baru hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru.

"Diplomasi kopi akan menjadi perekat baru hubungan bilateral kita. Hubungan bilateral yang baik yang sudah terjalin selama 60 tahun," kata Jokowi.

Sumber:detik.com

 

.

Tag :
Follow Us :





BERITA TERBARU

  • ©2018 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com