JAKARTA – Banyak pasangan bermimpi memiliki hubungan langgeng dan bertahan lama, namun tidak sedikit yang kandas di tengah jalan. Data menunjukkan angka perpisahan terus meningkat dari tahun ke tahun, menandakan bahwa cinta saja tidak cukup untuk menjaga sebuah hubungan tetap kuat. Lalu, apa yang membedakan pasangan yang langgeng dengan yang tidak?
Pakar hubungan dan psikolog klinis menyebut ada sejumlah kebiasaan dan prinsip yang secara konsisten ditemukan dalam pasangan yang berhasil melewati ujian waktu. Berikut lima di antaranya.
1. Bangun Komunikasi yang Terbuka dan Jujur
Komunikasi adalah fondasi utama dalam setiap hubungan yang sehat agar hubungan langgeng. Pasangan yang bertahan lama tidak menghindari percakapan sulit, mereka justru menghadapinya dengan kepala dingin dan hati terbuka. Mengungkapkan perasaan, kekhawatiran, serta harapan secara jujur menciptakan kepercayaan yang sulit digoyahkan.
Psikolog hubungan Dr. John Gottman dalam penelitiannya selama puluhan tahun menemukan bahwa pasangan yang mampu mengungkapkan kritik tanpa serangan personal memiliki kemungkinan bertahan jauh lebih besar. Kuncinya bukan menghindari konflik, melainkan cara mengelolanya.
2. Jaga Kepercayaan sebagai Aset Utama
Kepercayaan adalah mata uang dalam sebuah hubungan: sulit dibangun, namun mudah hancur. Pasangan yang memiliki hubungan langgeng memahami bahwa konsistensi antara ucapan dan tindakan adalah cara paling efektif untuk menjaga kepercayaan tetap utuh.
Ketika kepercayaan retak baik karena kebohongan kecil maupun pengkhianatan besar, dibutuhkan komitmen serius dari kedua pihak untuk memperbaikinya. Transparansi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk soal keuangan dan pertemanan, terbukti memperkuat ikatan jangka panjang.
3. Berikan Ruang untuk Bertumbuh Bersama dan Mandiri
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan pasangan adalah mengorbankan identitas diri demi hubungan. Padahal, individu yang terus bertumbuh, memiliki minat, teman, dan tujuan pribadi justru membawa energi segar ke dalam hubungan.
Hubungan langgeng yang sehat memberi ruang bagi masing-masing pihak untuk berkembang tanpa rasa terancam. Pada saat yang sama, pasangan juga perlu memiliki tujuan bersama seperti rencana masa depan, nilai hidup, maupun proyek yang dikerjakan berdua sebagai perekat yang mempererat.
4. Rawat Keintiman Fisik dan Emosional
Keintiman bukan hanya soal hubungan fisik, tetapi juga kedekatan emosional yang dibangun melalui momen-momen kecil sehari-hari. Pelukan hangat, tatapan penuh perhatian, atau sekadar mendengarkan cerita pasangan dengan sungguh-sungguh adalah bentuk keintiman yang sering diremehkan.
Penelitian dari Universitas Brigham Young menunjukkan bahwa pasangan yang secara rutin mengekspresikan kasih sayang baik secara verbal maupun fisik memiliki tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap tekanan eksternal seperti stres pekerjaan atau masalah keluarga.
5. Selesaikan Konflik dengan Dewasa, Bukan dengan Ego
Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari setiap hubungan. Yang membedakan pasangan yang bertahan bukanlah absennya pertengkaran, melainkan cara mereka menyelesaikannya. Pasangan yang sehat tidak bermain untuk menang, melainkan untuk mencari solusi bersama.
Menghindari serangan personal, tidak membawa luka lama dalam pertengkaran baru, serta mau meminta maaf dan memaafkan dengan tulus adalah keterampilan yang perlu diasah terus-menerus. Pasangan yang menguasai hal ini tidak hanya bertahan tapi mereka juga tumbuh lebih kuat setiap kali melewati badai.
Hubungan langgeng dan bertahan lama bukan anugerah yang datang begitu saja, ia adalah hasil kerja keras, komitmen, dan pilihan sadar yang diulang setiap harinya. Dengan menerapkan lima prinsip di atas, setiap pasangan memiliki peluang untuk membangun cinta yang tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin bermakna seiring waktu.
Baca juga: Macam Macam Love Language – 5 Jenis Bahasa Cinta Kunci Hubungan Langgeng

