Site icon Beritaenam.com

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Ribuan Lainnya Masih Hilang

banjir bandang Nepal

Banjir bandang Nepal menerjang kawasan perbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Banjir bandang Nepal itu menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan lainnya dinyatakan hilang.

Kepolisian setempat menyebut lebih dari 350 orang tewas hingga Kamis. Lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang, termasuk warga negara asing dan peziarah.

Data Korban Banjir Bandang Nepal Berubah Cepat

Angka korban banjir bandang Nepal berubah signifikan dalam hitungan jam. Laporan awal pada Rabu petang menyebut 18 orang tewas dan hampir 400 lainnya belum ditemukan.

Polisi Nepal kemudian mengonfirmasi 157 jenazah ditemukan hingga Rabu malam waktu setempat. Antara mengutip Kathmandu Post yang menyebut korban tewas mencapai 289 orang dengan 558 orang hilang.

Otoritas Nepal pada Kamis menyatakan korban tewas melampaui 160 orang di wilayah mereka. Otoritas di kedua sisi perbatasan memperkirakan jumlah korban masih akan bertambah.

Runtuhnya Gletser Himalaya Jadi Pemicu

Bencana bermula ketika bagian bawah gletser di kawasan Himalaya runtuh dan menghantam lembah. Longsoran es dan batu kemudian meluncur ke Sungai Lhende Khola.

Aliran material tersebut berubah menjadi longsoran lumpur berkecepatan tinggi. Longsoran menghantam Pelabuhan Gyirong di Tibet sebelum menerjang wilayah Nepal.

Sungai Bhotekoshi di kawasan pegunungan Rasuwa meluap dan merendam permukiman. Laporan awal pejabat Nepal menyebut gempa bumi kemungkinan menjadi pemicu runtuhnya gletser tersebut.

Sedikitnya 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer jalan dilaporkan rusak. Sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air turut terdampak.

Arus banjir menghancurkan jalan serta merendam sejumlah desa di sepanjang lembah. Bangunan di dekat bantaran sungai terlihat hilang, runtuh sebagian, atau tertutup endapan lumpur.

Video yang telah diverifikasi memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri sebelum air bah tiba. Sejumlah laporan menyebut arus datang begitu cepat sehingga warga nyaris tidak sempat mengungsi.

Ratusan Wisatawan Asing Dilaporkan Hilang

Otoritas pariwisata Nepal menyebut jumlah orang hilang mencapai 590 orang dari 29 negara. Sebagian di antaranya merupakan wisatawan dan peziarah menuju kawasan Gunung Kailash di Tibet.

Warga negara asing yang belum ditemukan berasal dari India, Amerika Serikat, Australia, Inggris, hingga Kanada. Angkatan Darat Nepal menyatakan 88 orang berhasil diselamatkan pada tahap awal operasi.

Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas di sisi Tibet. Lebih dari 550 orang lainnya belum diketahui keberadaannya setelah longsor lumpur di Shigatse.

Sejumlah pekerja pembangkit listrik tenaga air juga termasuk yang belum ditemukan. Otoritas masih mendata jumlah pasti orang hilang di kedua sisi perbatasan.

Petugas melanjutkan pencarian hingga malam hari sekaligus mengevakuasi dan mengidentifikasi jenazah. Upaya penyelamatan terkendala akses jalan yang rusak parah.

“Kami kehilangan kontak dengan mereka semua, tidak ada sinyal sama sekali.” — Yee Liang, pengusaha logistik di Kathmandu

Peringatan Ahli soal Risiko Kawasan Himalaya

Bencana ini memicu peringatan dari kalangan ahli mengenai risiko pembangunan bendungan besar di Himalaya. Ahli geostrategi asal India Brahma Chellaney menyoroti kerawanan seismik kawasan tersebut.

“Himalaya adalah pegunungan utama paling aktif secara seismik di dunia.” — Brahma Chellaney, Ahli Geostrategi asal India

Menurutnya, gempa berkekuatan sedang saja mampu memicu bencana banjir besar. Peringatan itu dikaitkan dengan rencana pembangunan bendungan raksasa di wilayah Himalaya.

Sejumlah pejabat menyebut skala bencana kali ini lebih besar dibandingkan banjir tahun sebelumnya. Warga di dataran rendah telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada. Otoritas mengingatkan potensi susulan mengingat kondisi lereng yang labil.

Banjir bandang Nepal ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan otoritas setempat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan India menyiapkan bantuan untuk mendukung operasi penyelamatan. Tim penyelamat masih menyisir wilayah perbatasan untuk mencari korban banjir bandang Nepal yang belum ditemukan.

Otoritas kedua negara belum memastikan angka final korban tewas maupun orang hilang. Data diperkirakan terus berubah seiring berlanjutnya proses pencarian.

Exit mobile version