Banjir bandang Solok menyebabkan sekitar 240 warga di tiga kompleks perumahan Arosuka terdampak. Data itu disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Rabu, 23 September 2026.
Kronologi banjir bandang Solok di Gunung Talang
Bencana menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin, 21 September 2026 malam. Aliran air deras menghantam kawasan kompleks perkantoran Bupati Solok di Bandar Baliang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyebut hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah itu sejak Sabtu, 19 September. Curah hujan tersebut meningkatkan debit air sungai hingga memicu luapan, menurut Antara.
Material lumpur dan bebatuan ikut terbawa arus ke permukiman warga. Nagari Koto Gaek Guguk turut menjadi kawasan terdampak bencana tersebut.
“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka.” — Khairul, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok
Satu korban meninggal, satu orang masih dicari
Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa, 22 September sekitar pukul 13.30 WIB. Korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek yang berbatasan dengan daerah Jawi-jawi, sebagaimana dilaporkan Antara Jatim.
Identitas korban belum dapat dipastikan saat evakuasi dilakukan. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menyebut identifikasi menunggu hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification Polri.
Selain korban meninggal, BPBD mencatat satu warga mengalami luka berat dan tiga warga luka ringan. Tiga korban dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke rumah sakit di Padang.
“Ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai.” — Abdul Malik, Kepala Kantor SAR Padang
Kerusakan kantor pemerintah dan jembatan Arosuka
BPBD mencatat 11 kantor pemerintah terdampak banjir bandang Solok. Dua kantor mengalami rusak berat dan sembilan lainnya rusak ringan.
Kantor yang terdampak antara lain Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian. Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, Sekretariat Dewan, Pos Damkar, serta laboratorium PU juga mengalami kerusakan.
Sekitar 100 unit rumah warga tercatat terdampak bencana. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor dilaporkan rusak atau terseret arus.
Satu jembatan di jalur utama Arosuka mengalami putus akibat terjangan material. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak, sementara pendataan kerusakan lahan pertanian masih berlangsung.
Status tanggap darurat 14 hari ditetapkan
Bupati Solok Jon Firman Pandu menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Status itu berlaku mulai 22 September 2026 setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda, menurut Viva.
Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa tercatat mengungsi. Mereka ditempatkan di rumah dinas Wakil Bupati Solok, lingkungan RSUD Arosuka, dan Markas Polres Solok.
Unit Pelaksana Teknis BNPB Padang menyalurkan bantuan logistik ke lokasi. Bantuan itu berupa beras, paket sembako, minyak goreng, sarden, selimut, dan air mineral.
“Ada sekitar 240 warga kita di sini, ada yang terdampak langsung.” — Jon Firman Pandu, Bupati Solok
Akses jalan Solok-Padang kembali normal
Akses jalan utama Solok-Padang sempat tertutup selama sekitar 24 jam. Kementerian Dalam Negeri menyatakan jalur tersebut sudah kembali normal pascabanjir bandang Solok.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forkopimda, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan membersihkan material. Alat berat digunakan untuk menyingkirkan lumpur yang menutup badan jalan dan lingkungan perumahan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak. Relawan dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut membantu proses pembersihan.
Kompleks perkantoran Bupati Solok berada di kawasan Arosuka yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten. Lokasi itu termasuk yang paling parah terdampak banjir bandang Solok.
BPBD Provinsi Sumatera Barat ikut diterjunkan bersama Kodim dan Kantor SAR Padang. Tim membawa kendaraan penyelamat, peralatan SAR air, dan perlengkapan pendakian untuk proses pencarian.
Data jumlah warga terdampak banjir bandang Solok sempat berbeda antarinstansi. Dinas Kesehatan Kabupaten Solok mencatat 147 warga terdampak pada Selasa siang sebelum angka diperbarui.
Proses pendataan masih berlangsung sehingga angka korban dan kerusakan berpotensi berubah. Pemerintah daerah meminta warga melaporkan kerusakan melalui perangkat nagari setempat.
Jalur Solok-Padang merupakan ruas nasional yang menghubungkan kawasan pesisir dengan dataran tinggi Sumatera Barat. Penutupan ruas itu sempat mengganggu distribusi logistik dan pergerakan warga antarwilayah.
BPBD mengimbau masyarakat di kawasan terdampak tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas selama penanganan darurat banjir bandang Solok berlangsung.

