Brigade Givati Lebanon Selatan resmi mengakhiri misinya setelah delapan bulan beroperasi, menurut pengumuman militer Israel (IDF). Meski demikian, sejumlah pasukan Israel lain masih menduduki beberapa wilayah di Lebanon selatan dan terus melancarkan operasi militer. Pengumuman ini menjadi salah satu babak penting dalam dinamika konflik perbatasan yang telah berlangsung sejak awal 2026.
Kronologi Penarikan Brigade Givati Lebanon Selatan
Militer Israel mengumumkan penarikan Brigade Givati melalui sebuah upacara resmi di Kamp Filon, wilayah utara Israel. Upacara tersebut dihadiri Kepala Komando Utara Israel, Mayor Jenderal Rafi Milo. IDF menyebut brigade tersebut telah menyelesaikan misi tempurnya di Lebanon selatan.
Brigade Givati awalnya menjalankan operasi pertahanan perbatasan sebelum melancarkan serangan darat di sejumlah kawasan strategis. Di antara wilayah operasi mereka adalah Khiam, Bint Jbeil, dan daerah di utara Sungai Litani. Militer Israel mengklaim brigade tersebut menghancurkan ratusan situs Hizbullah, menewaskan ratusan kombatan, dan menyita lebih dari 1.000 senjata. Perincian upacara dapat dibaca pada laporan CNN Indonesia.
Data otoritas Lebanon yang dilaporkan Anadolu Agency menyebutkan bahwa serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 4.298 orang sejak Oktober 2023. Angka tersebut mencerminkan skala konflik yang telah berlangsung berkepanjangan di kawasan tersebut.
Alasan di Balik Berakhirnya Misi
Militer Israel tidak menjelaskan secara rinci alasan berakhirnya penempatan Brigade Givati Lebanon Selatan. Namun, media Israel Haaretz melaporkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ulang kekuatan militer yang lebih luas, termasuk penarikan sebagian pasukan dari sejumlah desa tertentu.
“Langkah ini mencerminkan tekanan politik dan operasional serta bertujuan mengkonsolidasikan zona penyangga, bukan mengakhiri kehadiran militer Israel di Lebanon selatan.” – Yedioth Ahronoth, Media Israel
Penarikan itu disebut berkaitan dengan pengaturan lapangan yang menjadi bagian dari kesepakatan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat pada pekan lalu. Sementara media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, menyebut keputusan tersebut mencerminkan tekanan politik dan operasional.
Meski Brigade Givati ditarik, pasukan Israel lain masih dilaporkan bertahan di beberapa wilayah Lebanon selatan. Militer Israel terus melancarkan operasi di kawasan tersebut, membuat kondisi belum sepenuhnya kondusif bagi warga Lebanon yang mengungsi.
Konteks Perang Lebanon 2026
Konflik Israel-Hizbullah kembali eskalasi pada 2 Maret 2026 ketika Hizbullah meluncurkan proyektil ke wilayah utara Israel sebagai dukungan kepada Iran. Serangan itu memicu balasan Israel yang membombardir Beirut dan memulai operasi darat di Lebanon selatan pada 16 Maret 2026. Gencatan senjata 15 bulan sebelumnya pun berakhir.
Pemerintah Lebanon secara terbuka mengecam serangan Hizbullah karena dilakukan tanpa otorisasi negara. Pemerintah menegaskan bahwa keputusan perang dan damai berada di tangan negara Lebanon, dan telah bergerak untuk melarang aktivitas militer Hizbullah serta meminta penyerahan persenjataan. Konteks konflik yang lebih luas tersedia pada Sindonews Internasional.
Peran UNIFIL dan Nasib Zona Penyangga
Dewan Keamanan PBB pada Kamis (3/7/2026) memperpanjang mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk periode final 16 bulan, hingga 31 Desember 2026. Resolusi tersebut juga mengarahkan dimulainya penarikan pasukan PBB secara terkoordinasi dan aman dalam waktu satu tahun setelah tanggal tersebut.
“Setiap penarikan pasukan sebelum waktunya dapat merusak atau bahkan melemahkan upaya pemerintah Lebanon di Lebanon selatan. Situasi masih bergejolak.” – Jay Dharmadhikari, Kuasa Usaha Prancis di Dewan Keamanan PBB
Indonesia hingga laporan terbaru 30 Maret 2026 masih menempatkan 755 personel aktif di UNIFIL. Tiga tentara WNI dilaporkan tewas di Lebanon pada Maret 2026 akibat konflik yang terjadi. UNIFIL sendiri telah dikerahkan sejak 1978 untuk memantau gencatan senjata di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel. Update kawasan Timur Tengah lain terkait figur regional tersedia pada laporan delegasi dunia di pemakaman Ali Khamenei.

