Cek Kesehatan Gratis atau CKG Kemenkes tetap tersedia sepanjang 2026 bagi seluruh warga Indonesia dari bayi hingga lansia, dengan tiga jalur pendaftaran mudah. Program ini menargetkan pemeriksaan kesehatan preventif tanpa biaya sepeser pun.
Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes 2026
Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG diluncurkan Kementerian Kesehatan pada 10 Februari 2025 dan berlanjut hingga 2026. Program menargetkan pemeriksaan kesehatan preventif bagi seluruh warga Indonesia. Peserta mendapat rangkaian pemeriksaan tanpa dipungut biaya sepeser pun. CKG dijalankan di Puskesmas seluruh Indonesia dengan dukungan aplikasi SATUSEHAT Mobile.
Program cek kesehatan gratis ini berbasis Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/84/2026. Sasaran mencakup bayi baru lahir, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, dan lansia. Setiap kelompok usia mendapat paket pemeriksaan yang berbeda sesuai risiko kesehatan yang dominan. Waktu pemeriksaan berlangsung hingga 30 hari dari tanggal ulang tahun peserta.
Syarat dan Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis 2026
Syarat utama cek kesehatan gratis 2026 adalah memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang aktif. Peserta membawa KTP asli atau fotokopi ke Puskesmas terdaftar. Alternatif dokumen berupa Kartu Keluarga, KIA, atau kartu BPJS dapat digunakan bila KTP tidak tersedia. Program terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia tanpa syarat kepemilikan BPJS.
Ada tiga jalur pendaftaran cek kesehatan gratis yang tersedia. Jalur pertama melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile yang dapat diunduh gratis di Play Store dan App Store. Jalur kedua melalui WhatsApp Chatbot Kemenkes RI di nomor 0811 10 500 567 dengan mengetik kata Halo. Jalur ketiga adalah pendaftaran langsung di Puskesmas terdekat menggunakan QR Code. Detail teknis di portal Ayo Sehat Kemenkes.
Daftar Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis per Kelompok Usia
Bayi baru lahir mendapat skrining hipotiroid kongenital, defisiensi G6PD, hiperplasia adrenal kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, hiperbilirubinemia, berat badan lahir, serta status imunisasi HB0. Skrining ini penting untuk deteksi kelainan bawaan sedini mungkin. Balita dan anak prasekolah mendapat skrining tuberkulosis, tes pendengaran, tes penglihatan, dan pemeriksaan gigi mulut.
Anak usia sekolah dan remaja mendapat pemeriksaan status gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, tekanan darah, dan skrining anemia. Kelompok dewasa berusia 18-59 tahun mendapat pemeriksaan lipid profile, gula darah puasa, tekanan darah, dan skrining kanker payudara serta serviks bagi perempuan. Lansia berusia 60 tahun ke atas mendapat pemeriksaan status geriatri, kognitif, tulang, dan penglihatan. Cek kesehatan gratis untuk lansia juga menyentuh aspek psikososial.
Manfaat dan Tindak Lanjut Hasil Cek Kesehatan Gratis
Hasil pemeriksaan cek kesehatan gratis langsung tersinkronisasi dengan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Peserta dapat melihat riwayat pemeriksaan dan rekomendasi tindak lanjut secara mandiri. Bila ditemukan indikasi masalah kesehatan, Puskesmas akan merujuk peserta ke fasilitas lanjutan. Skema rujukan mengikuti sistem BPJS Kesehatan yang berlaku umum.
Data awal program menunjukkan hampir 10 persen anak menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan program intervensi kesehatan mental remaja. Peserta dewasa yang terdeteksi hipertensi atau diabetes langsung mendapat konseling gaya hidup di Puskesmas. Program CKG juga membuka akses layanan lanjutan tanpa hambatan administratif.
Cakupan Program dan Data Pencapaian Cek Kesehatan Gratis 2025-2026
Sekitar 7 juta anak telah menjalani skrining sepanjang tahap awal program CKG. Sebanyak 4,4 persen atau 338 ribu anak menunjukkan gejala kecemasan. Sekitar 4,8 persen atau 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi. Angka tersebut menjadi alarm penting bagi orang tua dan tenaga kesehatan.
Program tahun ini direncanakan menjangkau lebih dari 60 juta warga Indonesia. Kemenkes menargetkan pemerataan akses melalui penguatan Puskesmas dan pelibatan Posyandu. Sosialisasi dilakukan lewat media sosial resmi, WhatsApp, dan kunjungan kader kesehatan. Konten kesehatan lain di kanal Kesehatan BeritaEnam.
Tips Memaksimalkan Cek Kesehatan Gratis Setahun Sekali
Peserta sebaiknya mempersiapkan diri satu hari sebelum jadwal skrining berlangsung. Puasa 8 jam dianjurkan bila pemeriksaan gula darah dan lipid profile termasuk dalam paket pemeriksaan hari itu. Membawa catatan riwayat kesehatan dan obat rutin membantu petugas melakukan pemeriksaan lebih akurat dan tepat sasaran. Diskusi terbuka tentang keluhan yang dirasakan memaksimalkan waktu konsultasi bersama tenaga kesehatan.
Setelah skrining, peserta menerima hasil dalam waktu satu hingga tiga hari kerja. Aplikasi SATUSEHAT Mobile menampilkan rekomendasi tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan yang diperoleh. Bila hasil menunjukkan kelainan, peserta dapat langsung membuat janji ke Puskesmas atau klinik rujukan terdekat. Konseling gizi dan gaya hidup di Puskesmas menjadi tindak lanjut yang paling banyak dimanfaatkan warga sepanjang program berjalan.
Program cek kesehatan gratis Kemenkes 2026 menjadi wujud nyata program preventif nasional yang inklusif tanpa syarat kepemilikan BPJS. Tiga jalur pendaftaran serta paket pemeriksaan komprehensif memudahkan seluruh warga memanfaatkan layanan sepanjang tahun. Konsultasi lanjutan tersedia bila hasil skrining menunjukkan indikasi masalah kesehatan yang perlu ditangani segera.

