Site icon Beritaenam.com

Chairul Tanjung: Bikin TV Sekarang Hanya Lima Juta Rupiah

CT mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital hanya bermodal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis menjanjikan.

Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube.

“Hidup seperti kue donat. Orang optimistis dapat rotinya, meski mungkin sedikit. Tetapi yang pesimistis dapat bolongnya,” kata Chairul Tanjung, konglomerat yang juga pemilik perusahaan media Trans.

Pria yang akrab dipanggil CT itu membagikan kiat bertahan sebagai pengusaha di era pandemi COVID-19.

Ada tiga. Pertama selalu menjaga optimisme, kedua mampu menangkap peluang sekecil apapun, dan ketiga ciptakan peluang.

Dia mengungkapkan hal itu dalam Webinar “Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan Keberlanjutan Profesi Wartawan Dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital” dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN), Minggu (7/2/2021).

CT yang juga dikenal orang dekat SBY ini mengibaratkan, kondisi saat ini seperti berjalan di lorong gelap yang masih mencari-cari titik cahaya di ujung sana.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada kepastian kapan pandemi COVID-19 berakhir.

“Ada yang bilang pandemi berakhir dua tahun, empat tahun atau 10 tahun lagi, saat ini kita tidak tahu kapan berakhir,” kata mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional ini.

Oleh sebab itu, kata CT, kiat utama bagi pelaku usaha adalah selalu menjaga optimisme. Dengan menjaga optimisme itu, masih menurut dia, maka ke depannya akan mampu melihat berbagai peluang sekecil apapun.

“Sudah menjadi hukumnya bahwa setiap krisis maka peluang pasti kian mengecil. Nah ini terkait kiat kedua, sekecil apapun peluang itu harus ditangkap,” papar mantan Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014.

Jika karena kondisi pandemi kian menutupi celah bisnis, termasuk di dunia media massa, maka kiat ketiga adalah ciptakan peluang usaha.

“Jika peluang tak ada, apa yang harus dilakukan? Maka ciptakan peluang usaha. Inilah prinsip jika mau jadi entrepreneur (wirausahawan),” ujar pria yang lahir di Jakarta, 16 Juni 1962.

CT mengakui bahwa memang hal itu gampang diucapkan tetapi tak mudah dikerjakan. Tetapi, dengan diawali optimisme maka ia yakin semua bisa dikerjakan.

Ia juga mengemukakan bahwa setiap daerah dan media punya tantangan dan peluang berbeda-beda.

“Dan secara teori ini tidak ada, misalnya hadapi sebuah tantangan harus langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya. Jadi jalan keluar sebuah tantangan harus dicari yang disesuaikan dengan karekter daerah dan media masing-masing,” ujar CT.

CT mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital hanya bermodal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis menjanjikan.

Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube.

Exit mobile version