Site icon Beritaenam.com

Clubhouse Untuk Pengguna iPhone

Aplikasi obrolan audio Clubhouse akan meluncurkan fitur monetisasi untuk kreatornya. Belakangan, aplikasi obrolan suara Clubhouse mulai banyak dilirik pengguna.

Aplikasi CLubhouse semakin populer ketika CEO Tesla Elon Musk menggunakannya dan menunjukkannya kepada warganet di kanal YouTube.

Di China, Clubhouse bahkan dijadikan tempat untuk membicarakan topik-topik terlarang, seperti persoalan Uighur, demo pro-demokrasi di Hong Kong, dan kemerdekaan Taiwan.

Apa itu Clubhouse?

Clubhouse didirikan pada 2020 dan merupakan media sosial buatan AS yang berbasis audio.

Singkatnya, Clubhouse memungkinkan pengguna membuat dan bergabung dalam satu ‘ruang’ virtual untuk mengobrol dengan orang lain dalam panggilan konferensi yang besar.

Aplikasi itu hanya berbentuk audio, tak ada gambar, video atau bahkan teks.

Pengguna juga dapat bergabung dan meninggalkan panggilan kapan saja, mengubah ruangan mana pun menjadi aula rapat umum.

Bisa bergabung ke dalam Clubhouse melalui undangan. Artinya, harus dibuat oleh seseorang yang sudah memiliki akun.

Meski calon pengguna dapat mengunduh aplikasi dan memasukkan namanya dalam daftar tunggu, tapi tak ada jaminan ia mendapatkan akun dengan cara itu.

Selain itu, Clubhouse saat ini hanya tersedia untuk pengguna iPhone.

Namun, CEO Clubhouse Paul Davidson mengatakan, aplikasi itu pada akhirnya akan terbuka untuk semua orang, termasuk pengguna Android.

Cara kerja Clubhouse Saat membuka aplikasi, pengguna akan disajikan dengan daftar ruang, serta daftar yang menunjukkan siapa yang ada di setiap ruang.

Pengguna dapat bergabung ke ruang dengan mengetuknya, atau memulai ruangnya sendiri. Sejauh ini, sebagian besar ruang Clubhouse memiliki suasana TED Talk, dengan satu tamu berbicara, dan semua orang mendengarkan.

Pengguna lain dapat bergabung dalam percakapan jika dianggap pantas oleh moderator, tetapi tergantung pada obrolan, dan hal ini jarang terjadi.

Selalu ada lusinan percakapan yang terjadi pada waktu yang sama, sehingga memungkinkan pengguna beralih antara subjek dan pembicara berdasarkan minat mereka.

Ruang Clubhouse dipandu oleh para ahli, tokoh terkenal, selebriti, pemodal ventura, jurnalis, dan banyak lagi.

Setelah dipopulerkan oleh Elon Musk, Clubhouse semakin melejit dan memuncaki tangga startup serta memicu perebutan undangan.

Melansir The Guardian, 15 Febaruari 2021, hingga 1 Februari, Clubhouse memiliki 2 juta pengguna. Mereka juga telah mengumumkan fitur-fitur baru yang akan datang, seperti tip, tiket, atau langganan, untuk membayar kreator secara langsung di aplikasi.

Setelah mengumpulkan dana baru sejak diluncurkan, Clubhouse kini bernilai 1 miliar dollar AS, serta dianggap sebagai startup Unicorn seperti AirBnb, Uber, dan SpaceX.

Permintaan untuk keanggotaan pun sekarang begitu panas, sehingga pasar untuk mereka tumbuh di platform seperti Reddit, eBay, dan Craigslist. Di China, undangan dijual di pasar bekas Alibaba, Idle Fish.

Kini ada fitur tersebut memungkinkan bagi kreatornya untuk mendapat dana dari pendengarnya dan perusahaan tidak mengambil sepeser pun dana tersebut.

Pembayaran tersebut dapat dilakukan melalui platform Clubhouse mulai awal pekan depan. Peluncuran fitur tersebut direncanakan akan dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, fitur tersebut akan diuji kepada beberapa kelompok kecil pengguna sebelum akhirnya dapat digunakan oleh semua pengguna.

Meskipun perusahaan tidak akan mengambil sepeser pun dari dana yang diberikan kepada kreator, dana tersebut tetap mengalami potongan untuk mitra proses pembayarannya, Stripe.

Untuk mengirimkan uang untuk kreator di Clubhouse, pengguna dapat membuka profil kreator dan memencet tombol ‘Send Money’ yang ada di profil tersebut. Namun, fitu tersebut dapat tersedia jika kreator sudah mengaktifkannya.

Perusahaan yang berkantor di San Fransisco ini mengalami lonjakan pengguna setelah CEO Tesla Elon Musk dan CEO Robinhood Vlad Tenev mengadakan diskusi melalui platform tersebut.

Pada tahun sejak dimulainya, Clubhouse telah menghadapi kritik atas beberapa laporan seperti misogini, anti-Semitisme, dan misinformasi Covid-19 di platform tersebut.

Padahal sudah ada aturan dalam platform tersebut yang melarang rasisme, ujaran kebencian, pelecehan, dan informasi palsu.

Exit mobile version