Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah melepas lebih dari 100 BUMN non-core kepada swasta. Hal itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Lebih dari 100 BUMN Non-Core Dilepas ke Swasta
Dony menyampaikan pernyataan itu dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran. Detikcom menyebut acara digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, sedangkan Fortune IDN mencatat Dony menyampaikannya secara daring.
Menurut Dony, pelepasan BUMN non-core merupakan bagian dari transformasi BUMN yang dijalankan Danantara. Ke depan, BUMN akan difokuskan pada kompetensi inti berskala besar.
“Di dalam transformasi BUMN ini sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN yang non-core kita lepas kepada swasta.” — Dony Oskaria, COO Danantara, 8 Oktober 2026
Dony tidak merinci nama BUMN non-core yang dilepas maupun skema pelepasannya. CNN Indonesia menyebut langkah itu sebagai divestasi, tetapi tidak menjelaskan apakah tiap kasus berupa penjualan, pengalihan, atau penutupan.
Jumlah BUMN Dipangkas dari 1.074 Menjadi Sekitar 200
Pelepasan BUMN non-core berjalan bersamaan dengan pemangkasan jumlah entitas BUMN. Dony menyebut jumlah BUMN akan dipangkas dari 1.074 perusahaan menjadi sekitar 200 perusahaan pada tahun ini, menurut detikcom.
Lebih dari 800 entitas BUMN akan ditutup atau sektornya dialihkan kepada swasta. Dony menilai swasta mampu mengelola sejumlah sektor lebih baik dibanding BUMN, menurut CNN Indonesia.
“Kita memotong banyak BUMN kita yang seharusnya kita tidak perlu masuk di situ, itu swasta.” — Dony Oskaria, COO Danantara, 8 Oktober 2026
Menurut Periskop, Dony menegaskan pelepasan BUMN non-core tidak dimaksudkan untuk mengambil alih porsi bisnis swasta. Danantara justru ingin memperluas kolaborasi, termasuk melalui penempatan likuiditas. Transformasi ini menjadi bagian dari agenda ekonomi yang juga tercermin dalam postur APBN 2027 yang disahkan DPR.
Dony juga menyebut beban pembangunan tidak mungkin ditanggung seluruhnya oleh Danantara maupun pemerintah. Karena itu, menurut Fortune IDN, peran sektor swasta perlu didorong semaksimal mungkin.
Rosan: Pemangkasan Entitas BUMN Sudah Capai 354
Sebelumnya, pada Senin, 5 Oktober 2026, CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut pemangkasan entitas BUMN sudah mencapai 354 entitas melalui perampingan dan penggabungan, menurut Kumparan. Sebagian besar entitas yang ditutup berstatus dorman, yakni masih ada secara hukum tetapi tidak lagi beroperasi.
“Pemangkasan sekarang sudah di 354.” — Rosan Roeslani, CEO Danantara, 5 Oktober 2026
Rosan juga memaparkan penggabungan enam BUMN pengelola aset secara horizontal. Selain itu, 137 hotel dan 75 rumah sakit milik BUMN masing-masing dikonsolidasikan ke dalam satu perusahaan.
Menurut Kumparan, dari 1.074 BUMN, hanya 15 perusahaan yang menyumbang 97 persen dividen kepada negara. Banyak perusahaan lain masih mencatat kerugian.
Target jumlah akhir BUMN berbeda antarpernyataan. Dony menyebut sekitar 200 BUMN, sedangkan Rosan pada 14 Agustus 2026 menargetkan sekitar 300 perusahaan BUMN pada akhir 2026, menurut Periskop.
Konsolidasi Hotel BUMN dan Masuk ke Industri Tekstil
Salah satu sektor yang disebut adalah perhotelan. Menurut CNN Indonesia, hotel milik BUMN dikonsolidasikan ke dalam satu induk di bawah PT Hotel Indonesia Natour (HIN).
Dony menyebut Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar BUMN keluar dari bisnis hotel. Alasannya, pemerintah tidak perlu masuk ke sektor yang sudah banyak digarap swasta.
CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya menyampaikan rencana penggabungan hotel BUMN dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jumat, 14 Agustus 2026. Rosan juga menyebut rumah sakit BUMN akan digabungkan.
“Kita punya 137 hotel itu juga kita gabungkan.” — Rosan Roeslani, CEO Danantara, 14 Agustus 2026
Angka hotel BUMN juga berbeda dalam pemberitaan. Rosan menyebut 137 hotel, sedangkan CNN Indonesia dan Periskop mencatat 49 hotel yang telah dikonsolidasikan ke HIN.
Di sisi lain, Danantara akan masuk ke industri tekstil yang dinilai berpotensi besar menyerap tenaga kerja, menurut Fortune IDN. Danantara membuka ruang kolaborasi bagi investor swasta di sektor tersebut. Sentimen pasar atas kebijakan ini turut tecermin pada pergerakan saham GOTO yang teraktif di BEI.
Ke depan, proyek infrastruktur dapat dikembangkan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), menurut Kumparan. Dengan skema itu, proyek tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBN maupun Danantara.
Hingga Jumat, 9 Oktober 2026, Dony belum merinci daftar BUMN non-core yang telah dilepas kepada swasta. Menurut Fortune IDN, pemerintah diharapkan mendukung proses ini melalui deregulasi dan penyesuaian kebijakan. Simak liputan ekonomi lainnya.

