Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa lintas kampus menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Demo BEM UI di Bundaran HI dimulai pukul 10.00 WIB dengan massa diperkirakan mencapai 1.500 orang dari berbagai fakultas UI. Aksi ini dilatarbelakangi kekecewaan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, terutama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan sejak 10 Juni 2026.
Lima Tuntutan Demo BEM UI di Bundaran HI
Dalam pernyataan sikapnya, BEM UI menyuarakan lima tuntutan utama yang menjadi fokus demonstrasi. Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan seluruh tuntutan merupakan hasil konsolidasi BEM seluruh fakultas di Universitas Indonesia.
- Setop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Hentikan militerisme di ranah sipil.
- Tuntutan kelima terkait persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang dinilai mahasiswa semakin membebani rakyat.
“BEM UI menegaskan demonstrasi dilakukan secara konstitusional sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kontrol sosial terhadap pemerintah.” – Yatalathof Ma’shum Imawan, Ketua BEM UI
4.151 Personel Gabungan Polri-TNI Dikerahkan
Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, merinci pengamanan terdiri dari 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI.
Polisi juga menyiagakan kendaraan berlapis baja dan kendaraan penyemprot air (water cannon) di beberapa titik sekitar Bundaran HI. Kondisi arus lalu lintas di Bundaran HI dari berbagai arah dilaporkan masih ramai lancar saat massa mulai berdatangan.
“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.” – Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya
Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Sudirman-Thamrin
Pihak kepolisian menerapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional di sekitar kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, dan kawasan Monas. Pengalihan arus akan diberlakukan apabila terjadi kepadatan massa yang signifikan di badan jalan.
Warga yang hendak melintasi kawasan Bundaran HI disarankan menghindari Jalan Sudirman-Thamrin dan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, atau Jalan Proklamasi. Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin juga ditiadakan pada Minggu (14/6/2026) sebagai dampak dari rangkaian aksi ini.
Latar Belakang Aksi
Demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang aksi mahasiswa yang semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir. Mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi domestik yang dinilai sedang mengalami tekanan berat, termasuk lonjakan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan daging.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi @bemui_official, BEM UI menyerukan mahasiswa untuk turun ke jalan dan menggunakan hak konstitusionalnya sebagai rakyat. Aksi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan publik disusun dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Massa aksi dijadwalkan berkumpul di kawasan Bundaran HI sebelum melakukan orasi dan penyampaian tuntutan secara terbuka. Aksi diperkirakan berlangsung hingga sore hari.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

