Site icon Beritaenam.com

Respons Destry Damayanti Usai Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama: Soal Gender Sudah Biasa

Gubernur BI perempuan pertama

Destry Damayanti menanggapi statusnya sebagai Gubernur BI perempuan pertama sepanjang sejarah bank sentral. Ia menyampaikan pandangannya kepada awak media di kawasan Jakarta pada Kamis, 3 September 2026, seperti dilaporkan Liputan6.

Tanggapan Gubernur BI Perempuan Pertama soal Isu Gender

Destry menilai persoalan gender seharusnya tidak lagi menjadi pembahasan utama dalam menentukan kelayakan seseorang memimpin lembaga. Menurutnya, kondisi di Indonesia sudah cukup terbuka bagi siapa pun.

“Stigma gender saya rasa di Indonesia kita sudah enggak terlalu.” (Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia)

Ia menyebut laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin. Syaratnya adalah kemampuan, integritas, dan kualitas kepemimpinan yang memadai.

Destry juga merujuk pada sejarah panjang peran perempuan di Indonesia jauh sebelum isu kesetaraan gender menjadi perhatian publik. Ia menyinggung sosok Kartini sebagai contoh.

Menurut dia, saat ini banyak perempuan mengisi sektor yang dulu dianggap identik dengan laki-laki, termasuk pertambangan. Di sektor keuangan, jumlah pekerja perempuan disebut sangat banyak.

Sorotan publik terhadap status Gubernur BI perempuan pertama muncul sejak proses pengesahan di parlemen. Destry menilai perhatian tersebut wajar meski ia berharap fokus tetap pada substansi kebijakan.

Apresiasi kepada Presiden, DPR, dan Jajaran Dewan Gubernur

Destry menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI. Mandat tersebut membuatnya memimpin bank sentral untuk periode lima tahun ke depan.

Ia turut mengapresiasi dukungan jajaran internal, termasuk Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman. Nama Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta juga disebut dalam pernyataannya.

Menurut Destry, komposisi kepemimpinan tersebut menunjukkan siapa pun berpeluang maju sepanjang memiliki kompetensi dan pengalaman. Ia menilai hal itu berlaku lintas sektor.

Kehadiran Gubernur BI perempuan pertama sekaligus melengkapi susunan Dewan Gubernur periode baru. Sejumlah posisi kunci di bank sentral kini juga diisi figur perempuan.

Destry menyatakan komunikasi antarpimpinan menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat bank sentral. Ia menekankan kesinambungan kebijakan tetap dijaga selama masa transisi kepemimpinan berlangsung.

Proses Pengangkatan dan Pelantikan pada Awal September

Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Destry melalui Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026. Keppres yang sama menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

Pelantikan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026. Ketua Mahkamah Agung Sunarto memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan ketiganya di Jakarta.

Proses tersebut berlangsung sehari setelah Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan Destry pada 1 September 2026. Sebelumnya, ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI pada 26 Agustus 2026.

Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Sejak tanggal tersebut, ia menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.

Rekam Jejak Panjang di Bank Sentral dan Penilaian Ekonom

Destry sebelumnya menjabat Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan pada 2015 hingga 2019. Ia kemudian menempati posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019.

Pengamat ekonomi Indef Nailul Huda menilai penunjukan tersebut bukan semata soal representasi gender. Menurutnya, rekam jejak dan kapasitas Destry sudah teruji.

“Kapasitas beliau tidak perlu diragukan lagi.” (Nailul Huda, pengamat ekonomi Indef)

Bank Indonesia berdiri sejak 1953 dan baru kali ini dipimpin perempuan secara definitif. Sebelumnya belum pernah ada perempuan yang menempati kursi tertinggi bank sentral di luar status pejabat sementara.

Nailul Huda menilai pengangkatan tersebut merupakan keputusan yang tepat dari sisi rekam jejak. Ia menyebut pengalaman panjang Destry di bank sentral menjadi pertimbangan utama.

Dalam sumpah jabatannya, Destry menyatakan akan melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Sumpah tersebut diucapkan bersama dua pejabat bank sentral lain yang dilantik pada hari yang sama di Jakarta.

Sebagai Gubernur BI perempuan pertama, Destry menghadapi agenda menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan. Arah kebijakannya akan diuji oleh dinamika ekonomi global sepanjang masa jabatan lima tahun ke depan, yakni terhitung sampai dengan tahun 2031 mendatang.

Exit mobile version