Site icon Beritaenam.com

Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Nama Penerima Penghargaan RI Yang Dibicarakan Publik

Menyusul dibicarakan, kenapa Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden ke-5 RI tak hadir.

Beritaenam.com  — “Penganugerahan tanda jasa dan kehormatan telah melalui Pertimbangan matang,” ujar Presiden yang baru saja menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 penerima pada tahun ini.

Penganugerahan tersebut diberikan kepada anak-anak bangsa yang dinilai telah berjasa besar terhadap bangsa dan negara.

Sementara itu, masyarakat khusus tim sukses membicarakan, apa pertimbangannya anugerah diberikan diberikan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 yang selama ini dinilai sering berbeda pandangan dengan pemerintah.

“Berbeda dalam politik, bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah yang namanya negara demokrasi,” kata Presiden menyebut dirnya dengan Fahri Hamzah dan Fadli Zon, berteman baik.

Fahri Hamzah, yang memberikan keterangan dalam kesempatan yang sama, menjelaskan bahwa peran Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memang bertujuan untuk menjaga demokrasi, persatuan, dan simbol-simbol negara.

Menurutnya, situasi seperti saat ini memang menjadi momen yang tepat untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

“Itu yang tadi beliau sampaikan, sebagai negara demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan. Apalagi situasinya sekarang sedang Covid dan sebagainya, jadi saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua untuk mempersatukan bangsa kita,” ucap Fahri.

Senada, Fadli Zon juga menyebut bahwa tanda kehormatan yang diterimanya tersebut justru merupakan sebuah penghargaan kepada rakyat yang telah bersama-sama menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Ini sebuah kehormatan karena saya dan Saudara Fahri dari pimpinan lembaga tinggi negara, DPR yang mewakili rakyat, tentu penghargaan ini sebetulnya adalah penghargaan untuk rakyat. Artinya untuk demokrasi kita,” ujarnya.

“Jadi kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita. Dengan tadi berbagai perbedaan itu sebenarnya adalah potensi kita untuk maju dan tetap kuat melakukan check and balances,” imbuh Fadli.

Megawati dan Ahwil Lutan Mendapat Tanda Jasa Kepeloporan di Istana Negara

Menyusul dibicarakan, kenapa Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden ke-5 RI tak hadir.

Megawati harusnya berdiri sama-sama Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H., M.B.A., M.M. (Kepala Pelaksana Harian BKNN 1999-2001) yang merupakan Pemimpin Redaksi HealthNews menerima Tanda Jasa Medali Kepeloporan.

S.S Budi Rahardjo (Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia) menyebut Ahwil multitalenta: polisi, dosen, jurnalis dan aktivis anti narkoba. Ambassador yang tak hanya pelopor. Tapi, sejatinya juga sebagai mentor untuk kaum muda kreatif, yang berintegritas dan mau berkembang.

“Kalau pak Ahwil dibicarakannya, karena beliau bukan pelopor tapi juga sebagai mentor untuk kaum muda yang berintegritas,” ujar S.S Budi Raharjo MM, yang membangun HealthNews bersama Ahwil Lutan.

Media yang dipelopori Ahwil itu, kolaborasi konsep dari Pemred Matra dan CEO Eksekutif kemudian diakui oleh UNODC sebagai media againts drugs pertama dari Indonesia, bahkan dunia.

Ahwil merupakan sosok yang menjadikan Aceh agar masuk dalam Alternative Development Project, dalam mengatasi permasalahan ganja di tanah air.  Guna mewujudkan Doi Tung versi Indonesia, seluruh instansi dan kementerian terkait harus ikut andil.

Doi Tung merupakan kawasan percontohan badan dunia United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) karena sukses memutus mata rantai peredaran Papaver Somniferum atau opium dunia.

Development Project yang dimaksud adalah, mengubah kawasan penghasil opium menjadi kawasan produktif yang didasari kearifan lokal masyarakat sekitar dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi penduduknya.

“Pak Ahwil memang selalu menjadi pelopor banyak hal baik di bangsa ini,” ujar Asri Hadi, Pemred Indonews dan juga Bendahara Asosiasi Media Digital Indonesia itu menyebut Ahwil masuk dalam sejarah “polisi baik” di korps seragam berbaju coklat.

Sempat menjadi kandidat orang nomer satu di Korps Bhayangkara, tatkala Polri akhirnya menjadi organisasi yang otonom di bawah presiden langsung.

Juga Ahwil selalu dipilih untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan internal Polri, seperti sebagai ketua tim penyelidikan kasus korupsi di tubuh Polri (1999) dan kasus penyelundupan mobil mewah yang melibatkan mantan Kapolda Metro Jaya, Sofjan Jacoeb.

Berbagai jabatan penting yang memerlukan pemikiran dan strategi serta jaringan internasional sering diembannya. Seperti Staf Ahli Kapolri dan memimpin jajaran Reserse, Interpol, PTIK.

Sebagai anggota kepolisian yang menghabiskan sebagian hidupnya mengabdi pada negara, pemegang 10 satya lencana RI dan dua penghargaan dari luar negeri ini memiliki kesan yang begitu membekas dalam benaknya. Terlebih selama menjadi polisi ia lebih banyak bertugas pada kesatuan polisi yang tidak berseragam.

Ketika berpangkat Kapten, suami dari Kemala Anggraini ini mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan Drugs Enforcement (DEA) School di Amerika.

Asri Hadi bangga, jika ada banyak tokoh seperti Ahwil Lutan, pria kelahiran Pemantang Siantar,1 Juni 1947 itu.  “Beliau tidak neko-neko. Sangat berintegritas dalam pemberantasan hingga pencegahan narkoba, sampai saat ini belum ada duanya,” ujar Asri Hadi.

Punya sejarah panjang bersama Ahwil Lutan, ketika sama-sama di lapangan mengedukasi ragam kalangan dari pelajar hingga kalangan buruh  mengenai bahaya narkoba, bahwa negara kita sudah darurat narkoba.

“Kita saling kenal saat beliau masih berpangkat Letkol, sudah berkomintmen untuk sosialisasi cegah narkoba,” Asri Hadi,  aktivis LSM Bersama sejak Bakolak Inpres 71 ini memaparkan kekagumannya atas Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Panama, Kosta Rika, dan Honduras, pada 2000 lalu.

Menjadi pelopor di institusi yang saat ini kita mengenalnya sebagai BNN,  sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan koordinasi dalam rangka ketersediaan, pencegahan dan pemberatasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kala itu, BKNN oleh Ahwil dikonsep menjadi badan yang menangani narkoba, seperti Drug Enforcement Administration (DEA) di AS.

BKNN sendiri mempunyai wewenang untuk menjalankan fungsi hukum. Mempunyai wewenang untuk menjalankan fungsi polisional, seperti halnya badan-badan serupa di luar negeri, sebut saja DEA di AS. ”BKNN inilah embrionya,” kata Lutan.

Ahwil bergerak tanpa bergantung aliran dana. Badan yang kala itu  bertugas dalam pencegahan (preventif), tindakan hukum (represif), dan rehabilitasi (treatment) bergerak dengan jaringan dirinya sebagai polisi dan hubungan baiknya dengan jurnalis dan NGO.

Sarjana Hukum Universitas Pancasila, Jakarta selama bertugas di kepolisian, Ahwil dikenal aparat yang bersih dan memiliki komitmen yang tinggi.

Ayah tiga anak ini merupakan Magister Business Administration, Program Greggorio Universitas Areneta, Filiphina.  Mempunyai motto hidup ‘pertamakali yang dipikirkan setelah jatuh adalah berdiri.

Hingga kini, gaya berbicaranya yang luwes dan terbuka ini terus dipertahankan.

Pemilik VW kodok limited edition warna abu-abu ini tetap lurus dan tak neko-neko. Satu hal yang pasti, penampilannya tetap segar, energetik dan penuh gaya.

Tanda Jasa Medali Kepeloporan

1. Megawati Sukarnoputri (Presiden ke-5 RI)
2. Komjen Pol (Purn) Ahwil Lutan (Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) 1999-2001)

Bintang Mahaputera Utama

1. Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI 2017-2019)
2. M Hatta Ali (Ketua Mahkamah Agung RI 2012-2017 dan 2017-2020)

Bintang Mahaputera Nararya

1. Mahyudin (Wakil Ketua MPR RI 2014-2019)
2. Fadli Zon (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019)
3. Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019)
4. Agus Hermanto (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019)
5. Komjen Pol. (Purn) Suhardi Alius (Kepala BNPT 2016-2020)
6. Farouk Muhammad Saleh (Wakil Ketua DPD RI 2014-2019)
7. Rahmat Shah (Anggota DPD RI 2009-2014 dan Anggota MPR RI 1999-2004)

Bintang Jasa Utama

1. Bambang Soesatyo (Ketua DPR RI 2018-2019)
2. Ahmad Basarah (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019)
3. Ahmad Muzani (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019)
4. Utut Adianto Wahyuwidayat (Wakil Ketua DPR RI 2018-2019)
5. Abdurrahman Mohammad Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri 2014-2019)
6. Amzulian Rifai (Ketua Ombudsman RI 2016-2021)
7. Bima Haria Wibisana (Kepala BKN 2015 sampai sekarang)
8. Teddy Lhaksmana Widya Kusuma (Wakil Kepala BIN 2017 sampai sekarang)
9. Irjen Pol. (Purn) Teguh Soedarsono(Wakil Ketua/Anggota LPSK 2008-2013 dan 2013-2018)

Bintang Jasa Pratama

1. Slamet Soebjakto (Dirjen Perikanan Budidaya KKP)
2. Almarhum Djoko Judodjoko (Dokter)
3. Almarhum Bambang Sutrisna (Dokter/Guru Besar)
4. Almarhumah Exsenveny Lalopua (Dokter)
5. Almarhum Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo (Dokter)
6. Almarhum Heru Sutantyo (Dokter)
7. Almarhum Wahyu Hidayat (Dokter)
8. Almarhum Setia Aribowo (Perawat)
9. Almarhumah Mursyida (Perawat)
10. Almarhumah Elok Widyaningsih, (Perawat)

Bintang Jasa Nararya khusus tenaga medis yang meninggal dan tokoh lain:

1. Almarhum Hadio Ali Khazatsin(Dokter)
2. Almarhum Adi Mirsa Putra (Dokter)
3. Almarhumah Umi Susana Widjaja (Dokter Gigi)
4. Almarhum Gunawan Oentaryo (Dokter Gigi)
5. Almarhumah Anna Herlina Ratnasari
6. Almarhumah Amutavia Pancarsari Arsianti Putri (Dokter Gigi)
7. Almarhum Yuniarto Budi Santosa, (Dokter Gigi)
8. Almarhumah Ninuk Dwi Pusponingsih, (Perawat)
9. Almarhum Sugiarto (Perawat)
10. Almarhumah Mulatsih Widji Astuti, (Perawat)
11. Almarhum Adharul Anam (Perawat)
12. Almarhumah Nuria Kurniasih (Perawat)
13. Almarhumah Nur Putri Julianty (Perawat)
14. Muhammad Guntur Hamzah (Sekjen MK RI 2015 sampai sekarang)
15. Bonny Anang Dwijanto (Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP 2017-2020)
16. Iswan Elmi (Deputi Bidang Investigasi BPKP 2014-2020)
17. Nurdin (Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP 2015-2020)
18. Freddy Haris (Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham 2017 sampai sekarang)
19. Bambang Sarwono A. Rahim (Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Pegawai ASN Kemendes PDTT 2015 sampai sekarang)
20. Hadi Prabowo (Rektor IPDN Kemendagri)
21. Saur Hutabarat (Ketua Dewan Redaksi Media Group)
22. Ririek Adriansyah (Dirut PT Telkom Indonesia)

 

Exit mobile version