Site icon Beritaenam.com

8 Gejala Diabetes pada Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

gejala diabetes pada anak

Beritaenam.com – Diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa. Jumlah anak dan remaja yang didiagnosis diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, terus meningkat di Indonesia. Sebagai orang tua, mengenali gejala diabetes pada anak sejak dini adalah tindakan paling penting yang bisa Anda lakukan untuk masa depan buah hati.

Diabetes pada Anak: Seberapa Umum di Indonesia?

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus diabetes tipe 1 pada anak Indonesia meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir. Sementara diabetes tipe 2, yang dulu hanya ditemukan pada orang dewasa, kini mulai muncul pada remaja akibat gaya hidup tidak aktif dan konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 pada Anak

Aspek Diabetes Tipe 1 Diabetes Tipe 2
Penyebab Autoimun, sel pankreas dihancurkan sistem imun Resistensi insulin akibat gaya hidup
Usia Umum Anak < 15 tahun Remaja > 10 tahun (+ kelebihan berat badan)
Onset Gejala Tiba-tiba dan cepat Lambat dan bertahap
Pengobatan Insulin wajib seumur hidup Perubahan gaya hidup + obat oral

8 Gejala Diabetes pada Anak yang Harus Diwaspadai

1. Sering Buang Air Kecil, Termasuk Mengompol Kembali

Anak yang sudah lama tidak mengompol tiba-tiba kembali mengompol di malam hari adalah tanda peringatan kuat. Ginjal bekerja keras membuang kelebihan glukosa melalui urin, sehingga produksi urin meningkat drastis.

2. Rasa Haus yang Tidak Pernah Terpuaskan

Anak terus meminta minum, bahkan di malam hari, karena tubuh kehilangan cairan akibat sering buang air kecil. Jika anak Anda minum lebih dari 8 gelas per hari dan tetap merasa haus, segera periksa.

3. Penurunan Berat Badan yang Tidak Bisa Dijelaskan

Terutama pada diabetes tipe 1, anak bisa kehilangan berat badan secara drastis dalam waktu singkat meskipun makan dengan lahap. Tubuh membakar lemak dan otot karena tidak bisa menggunakan glukosa sebagai energi.

4. Kelelahan Ekstrem dan Tidak Mau Bermain

Anak yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi lesu, malas bermain, dan mudah mengantuk. Kurangnya energi di tingkat sel membuat anak tampak seperti ‘kehilangan semangat hidupnya.’

5. Penglihatan Kabur

Anak mungkin mengeluh tulisan di papan tulis terlihat buram, sering sakit kepala, atau tiba-tiba sulit membaca. Perubahan cairan pada lensa mata akibat gula darah tinggi adalah penyebabnya.

6. Napas Berbau Manis atau Seperti Buah

Ini adalah tanda darurat yang disebut ketoasidosis diabetik (KAD), kondisi mengancam jiwa di mana tubuh memproduksi keton berlebih. Jika anak Anda menunjukkan gejala ini disertai mual dan muntah, segera ke IGD rumah sakit.

7. Infeksi Jamur Berulang

Infeksi jamur pada area popok (bayi), area kelamin (anak), atau sariawan yang tidak kunjung sembuh bisa menjadi indikator kadar gula darah yang tinggi karena jamur tumbuh subur dalam lingkungan kaya glukosa.

8. Perubahan Perilaku dan Suasana Hati

Gula darah yang tidak stabil mempengaruhi fungsi otak. Anak bisa menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi di sekolah, prestasi akademik menurun, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Faktor Risiko Diabetes pada Anak

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

  1. Catat semua gejala yang muncul beserta frekuensi dan durasinya
  2. Segera bawa ke dokter anak atau puskesmas untuk cek gula darah
  3. Jangan menunggu, diabetes tipe 1 pada anak bisa memburuk sangat cepat dalam hitungan hari
  4. Jika didiagnosis diabetes, segera hubungi dokter spesialis anak endokrinologi
  5. Dukung anak secara emosional, diabetes bukan salah siapapun dan bisa dikelola dengan baik

 

Ingat Para Orang Tua!

Diabetes pada anak BISA dikelola dengan baik. Banyak anak dengan diabetes tipe 1 yang tumbuh sehat, berprestasi, dan menjalani kehidupan penuh. Kuncinya adalah deteksi dini, pengobatan tepat, dan dukungan keluarga yang kuat.

Baca juga: SW-7: Minuman Herbal Multifungsi: 7 Manfaat Nyata untuk Kesehatan dan Kecantikan dari Dalam

Jika Anda mencurigai anak Anda menunjukkan gejala diabetes, JANGAN TUNDA! Segera konsultasikan ke dokter anak. Satu kunjungan dokter hari ini bisa mengubah masa depan anak Anda.
Exit mobile version