Site icon Beritaenam.com

Gempa Filipina M7,8 Tewaskan 53 Orang, Tsunami Terdeteksi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara

gempa filipina

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi, menewaskan sedikitnya 53 orang dan melukai lebih dari 479 orang. Episentrum gempa berada di lepas pantai Provinsi Sarangani, Mindanao, memicu peringatan tsunami di Indonesia, Malaysia, Jepang, dan sejumlah negara tetangga.

Gempa Filipina magnitudo 7,8 guncang Mindanao pagi hari saat sekolah baru dibuka

Gempa terjadi pada pukul 07:37 waktu setempat, sekitar 26 kilometer barat daya Kablalan, Sarangani. Berdasarkan data Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC), kedalaman gempa mencapai 57 kilometer. Guncangan terasa sangat kuat di Kota General Santos, pusat kota terpadat di Mindanao selatan, meruntuhkan bangunan, memicu tanah longsor, dan merusak infrastruktur vital.

Bencana ini datang di hari pertama sekolah dibuka kembali setelah libur panjang. Sejumlah video dari sekolah setempat memperlihatkan kelompok besar siswa yang bergoyang dari sisi ke sisi saat gempa berlangsung. Di Provinsi Davao del Sur, sebagian bangunan sekolah menengah atas dilaporkan runtuh. Bandara Internasional General Santos sempat ditutup sementara dan sedikitnya 17 penerbangan domestik dibatalkan.

“Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina meningkat menjadi 53 orang, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.”  – ANTARA News, mengutip laporan Anadolu, 11 Juni 2026

Tsunami setinggi 1,48 meter terukur di Kiamba, peringatan menyebar ke Indonesia

Gempa memicu gelombang tsunami yang terukur setinggi 1,48 meter di Kiamba, Sarangani. BMKG mengonfirmasi tsunami telah terdeteksi di tiga wilayah Indonesia, yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara, meski ketinggian gelombang masih di bawah 0,2 meter. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyatakan sistem monitoring terus memantau fluktuasi muka air laut.

Gelombang tsunami yang lebih kecil juga terukur mencapai wilayah Palau, kepulauan Okinawa di Jepang, serta Kepulauan Ogasawara. Warga pesisir Gorontalo dilaporkan mengungsi mandiri. Australia sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami di pantai utara sebelum akhirnya dicabut.

“Sistem monitoring BMKG telah mencatat kedatangan gelombang di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Meskipun ketinggian tsunami yang terdeteksi di wilayah Indonesia masih di bawah 0,2 meter, BMKG terus melakukan pemantauan ketat.”  – Deputi Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, dikutip Media Indonesia, 8 Juni 2026

Lebih dari 10.000 keluarga kehilangan tempat tinggal, operasi SAR masih berlangsung

Data terbaru dari Office of Civil Defense (OCD) Filipina mencatat 479 orang luka-luka, terdiri atas 456 orang di Region 12 (Soccsksargen) dan 23 orang di Region 11 (Davao). Lebih dari 8.000 hingga 10.000 keluarga kehilangan tempat tinggal. Gempa ini juga merupakan salah satu yang terkuat melanda Filipina dalam beberapa dekade terakhir, terjadi delapan bulan setelah gempa dangkal M6,9 menewaskan 79 orang di lepas Pulau Cebu.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan pengerahan tim penyelamat dan bantuan logistik ke seluruh wilayah terdampak. Badan-badan internasional seperti PBB dan Palang Merah juga mulai bergerak. Operasi pencarian masih berlangsung di reruntuhan bangunan, termasuk supermarket Jollibee di General Santos yang runtuh parah akibat guncangan.

Gempa ini diikuti ratusan gempa susulan, termasuk satu yang kuat mencapai M6,5. Pihak berwenang mengimbau warga yang rumahnya kemungkinan telah retak untuk tidak kembali tinggal di dalam bangunan hingga pemeriksaan struktural selesai dilakukan.

Baca juga: Gempa Mindanao Filipina M7,7 Picu Peringatan Tsunami di 25 Wilayah Indonesia

Exit mobile version