Beritaenam.com – Harga bahan makanan melonjak April 2026, mencatat kenaikan signifikan yang mengkhawatirkan rumah tangga di seluruh Indonesia. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia melaporkan harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran mencapai Rp119.400 per kilogram per 3 April 2026, sementara daging ayam ras berada di angka Rp52.150 per kilogram. Kombinasi cuaca buruk, tekanan logistik global, dan dampak konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama lonjakan ini.
Harga Bahan Makanan Melonjak April 2026: Cabai Rawit Merah Jadi Komoditas Termahal
Kenaikan harga cabai rawit merah berlangsung dalam tren meningkat sejak pertengahan Maret 2026. Sebelum Lebaran, harga komoditas ini sempat menyentuh puncak di angka Rp131.000 per kilogram, kemudian turun pasca liburan Idul Fitri, namun kembali merangkak naik memasuki awal April. Volatilitas harga ini menciptakan ketidakpastian yang menyulitkan perencanaan belanja rumah tangga maupun pelaku usaha di sektor kuliner.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai rawit merah dipicu oleh gangguan cuaca. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menghambat proses panen di sentra produksi utama seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, menyebabkan pasokan menyusut sementara permintaan tetap stabil.
Jenis cabai lain juga turut mencatat kenaikan pada laporan harga bahan makanan ini:
- Cabai merah besar: Rp82.500/kg
- Cabai merah keriting: Rp53.450/kg
- Cabai rawit hijau: Rp56.550/kg
Tekanan harga cabai yang sangat tinggi ini berdampak langsung pada industri makanan dan minuman, terutama produsen sambal, bumbu masak, dan restoran yang menggunakan cabai dalam jumlah besar. Beberapa produsen mulai menyesuaikan formulasi produk atau menaikkan harga jual untuk mempertahankan margin keuntungan.
Protein Hewani Ikut Tertekan: Daging Sapi dan Telur di Atas Rata-Rata
Selain cabai, komoditas protein hewani juga menunjukkan harga yang tinggi dalam laporan harga bahan makanan melonjak pada April 2026. Daging sapi kualitas I tercatat di angka Rp163.750 per kilogram dan kualitas II Rp160.000 per kilogram. Telur ayam ras berada di Rp42.050 per kilogram, jauh di atas ambang kewajaran yang biasanya digunakan pemerintah sebagai referensi.
Kondisi harga protein hewani yang tinggi ini semakin membebani pengeluaran rumah tangga kelas menengah bawah yang mengalokasikan porsi signifikan pendapatan untuk kebutuhan pangan. Studi Bank Indonesia menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan cenderung lebih dirasakan oleh kelompok pendapatan rendah yang tidak memiliki buffer keuangan untuk menyerap kenaikan harga.
Untuk bahan pokok lainnya, data PIHPS mencatat:
- Bawang merah: Rp68.150/kg
- Bawang putih: Rp55.950/kg
- Gula pasir premium: Rp26.750/kg
- Minyak goreng curah: Rp22.050/liter
Dampak Konflik Geopolitik Global terhadap Harga Bahan Makanan yang Melonjak
Di luar faktor cuaca domestik, harga bahan makanan melonjak pada April 2026 ini turut dipengaruhi oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan biaya logistik internasional. Gangguan di jalur pelayaran Selat Hormuz akibat eskalasi konflik Iran-AS membuat ongkos pengiriman komoditas impor seperti bawang putih, kedelai, dan gandum ikut merangkak naik.
Ketergantungan Indonesia pada impor bahan pangan strategis menjadi kerentanan struktural yang terekspos ketika terjadi gangguan rantai pasok global. Pemerintah melalui Bulog dan Badan Bahan makanan telah mengambil sejumlah langkah antisipatif, termasuk mengatur ritme impor secara bertahap agar tidak memicu lonjakan permintaan sekaligus dari negara pemasok.
Langkah Pemerintah dan Proyeksi ke Depan
Pemerintah telah menggelar operasi pasar di sejumlah kota besar untuk menstabilkan harga bahan makanan yang melonjak, khususnya untuk komoditas cabai dan daging ayam. Badan Urusan Logistik (Bulog) juga diarahkan untuk mempercepat distribusi cadangan beras pemerintah ke pasar-pasar tradisional guna mencegah spekulasi dan penimbunan stok.
Para analis memproyeksikan bahwa tekanan harga bahan makanan yang melonjak masih akan berlanjut setidaknya hingga pertengahan April 2026, seiring dengan belum kondusifnya cuaca di sentra produksi cabai dan belum adanya resolusi konkret atas konflik Timur Tengah. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik yang justru dapat memperparah tekanan harga di pasar.
“Kami terus memantau pergerakan harga pangan dan siap melakukan intervensi pasar jika diperlukan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.”
– Budi Santoso, Menteri Perdagangan RI
Baca juga: Harga BBM April 2026 Resmi Tidak Naik, Pertalite Tetap Rp10.000

