Jerman dan Belanda tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dua raksasa Eropa itu takluk melalui drama adu penalti di fase gugur, membuka jalan bagi Paraguay dan Maroko menuju babak 16 besar.
Jerman dan Belanda Kandas Lewat Adu Penalti
Jerman kalah dari Paraguay setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Dimotori Orlando Gill, wakil Amerika Selatan itu menang 4-3 dalam babak tos-tosan dan memaksa Der Panzer angkat koper lebih cepat dari perkiraan.
Nasib serupa dialami Belanda di Monterrey. Tim Oranye ditahan Maroko 1-1 hingga akhir perpanjangan waktu sebelum kalah 2-3 dalam adu penalti yang menegangkan.
Kiper Maroko, Bono, menjadi figur sentral kemenangan itu. Ia menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville, sementara Justin Kluivert dan Quinten Timber gagal menuntaskan tugas dari titik putih.
“Setelah imbang 1-1 selama 120 menit, Maroko menang 3-2 dalam adu penalti dan melaju ke babak 16 besar.”
Rekap hasil babak 32 besar Piala Dunia 2026
Kejutan ini terjadi berdekatan dengan hasil lain di fase gugur. Pada jendela pertandingan yang sama, Kanada dan Brasil memastikan tiket, sementara wakil Asia, Jepang, juga harus mengakhiri perjalanan.
Penakluk Dua Raksasa: Paraguay dan Maroko
Kejutan yang dibuat Paraguay dan Maroko menegaskan dominasi kekuatan tradisional Eropa tidak lagi terjamin. Keduanya membuktikan disiplin bertahan dan ketenangan dalam adu penalti mampu menumbangkan tim unggulan.
Maroko tampil sebagai salah satu wakil Afrika yang paling menjanjikan setelah menyingkirkan Belanda. Adapun Paraguay menikmati euforia besar berkat kemenangan atas Jerman yang menaikkan motivasi tim.
Di babak 16 besar, Paraguay dijadwalkan menghadapi Prancis, sedangkan Maroko akan bentrok dengan tuan rumah Kanada. Kedua laga itu menjadi ujian berikutnya bagi para penakluk raksasa tersebut.
Dampak Kekalahan bagi Tim yang Tersingkir
Kegagalan ini menjadi pukulan telak, khususnya bagi Belanda. Sejumlah media melaporkan Ronald Koeman menyatakan mundur dari kursi pelatih Timnas Belanda usai timnya tersingkir dari turnamen.
Tersingkirnya tim mapan memperlihatkan format 32 tim di fase gugur menaikkan risiko. Satu laga penuh tekanan sudah cukup untuk mengakhiri langkah tim yang secara nama jauh lebih diunggulkan.
Kegagalan Jerman dan Belanda menjadi catatan penting karena keduanya berstatus kekuatan besar sepak bola dunia. Jerman merupakan juara dunia empat kali, sedangkan Belanda tiga kali menembus partai final meski belum pernah menjadi juara.
Dalam laga melawan Paraguay, Jerman gagal mengubah dominasi penguasaan bola menjadi gol tambahan sepanjang 120 menit. Kedudukan bertahan imbang 1-1 hingga adu penalti, dan kegagalan mengeksekusi tendangan membuat langkah Der Panzer terhenti di babak 32 besar.
Belanda mengalami situasi yang tidak jauh berbeda saat menghadapi Maroko. Dua eksekutor gagal menuntaskan tendangan dari titik putih, sementara satu upaya lainnya digagalkan kiper Bono, sehingga Tim Oranye harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.
Tersingkirnya Jerman dan Belanda pada fase awal gugur menegaskan format 48 tim menghadirkan lebih banyak potensi kejutan. Dua tim unggulan Eropa itu harus pulang lebih dini dari perkiraan banyak pihak sebelum turnamen bergulir.
Bagi Paraguay dan Maroko, hasil ini menjadi modal besar secara mental. Keduanya membuktikan pertahanan yang rapi dan ketenangan dalam adu penalti mampu mengimbangi tim dengan materi pemain yang lebih diunggulkan di atas kertas.
Bagi publik sepak bola, tersingkirnya Jerman dan Belanda secara bersamaan tergolong langka. Kedua negara memiliki tradisi kuat di turnamen besar dan hampir selalu diperhitungkan sebagai kandidat papan atas menjelang setiap edisi Piala Dunia.
Absennya Jerman dan Belanda dari babak 16 besar juga mengubah proyeksi bagan menuju partai puncak. Situasi tersebut membuka peluang lebih besar bagi tim yang selama ini berada di luar bayang-bayang unggulan Eropa untuk melangkah lebih jauh. termasuk wakil dari Afrika dan Amerika Selatan yang tampil impresif di fase gugur.
Dengan kabar Jerman dan Belanda tersingkir, sorotan kini beralih ke perjalanan Paraguay dan Maroko. Keduanya membawa modal kepercayaan diri tinggi menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Sumber: cnnindonesia.com | sport.detik.com

