Kabut asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia kian pekat hingga membuat indeks kualitas udara menembus kategori berbahaya. Kondisi terburuk tercatat di wilayah Kalimantan, dengan angka Indeks Standar Pencemar Udara jauh melampaui ambang batas aman.
Sebaran ISPU tertinggi akibat kabut asap karhutla
Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mencatat ISPU 738 pada Jumat, 11 September 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional pada pemantauan sore hari, sebagaimana dilaporkan Kaltengpedia.
Sejumlah daerah lain juga berada pada kategori berbahaya. Nilai ISPU tercatat 571 di Katingan, 546 di Kotawaringin Timur, dan 502 di Gunung Mas, sementara Murung Raya serta Barito Selatan berada di atas 300.
Di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang mencatat ISPU 269 pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 09.00 WIB. Nilai itu masuk kategori sangat tidak sehat dengan parameter dominan PM2,5.
Kualitas udara di Samarinda, Kalimantan Timur, sempat memburuk hingga kategori berbahaya pada Jumat, 11 September 2026. Konsentrasi PM2,5 sempat menyentuh 316 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WIB sebelum berangsur turun.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, ISPU 0 sampai 50 masuk kategori baik dan 51 hingga 100 kategori sedang. Angka 101 sampai 200 tergolong tidak sehat, 201 sampai 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Indeks tersebut dihitung dari tujuh parameter pencemar, mulai dari PM10, PM2,5, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, ozon, hingga hidrokarbon. Partikel PM2,5 menjadi parameter yang paling banyak disorot pada kasus kabut asap karhutla.
Ukurannya yang sangat halus membuat partikel tersebut mampu menembus saluran pernapasan bagian dalam. Paparan berulang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Kasus ISPA tembus 113 ribu, puluhan ribu balita terdampak
Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus infeksi saluran pernapasan akut akibat karhutla di tujuh provinsi hingga 9 September 2026. Sebanyak 26.545 kasus di antaranya terjadi pada balita, seperti dirinci Periskop.
Di tingkat daerah, Kabupaten Barito Timur mencatat 1.267 warga menderita ISPA akibat paparan asap. Rata-rata ISPU tujuh hari terakhir di wilayah itu mencapai 308,5 atau kategori berbahaya.
Organisasi lingkungan mencatat Sumatera Selatan mengalami rata-rata sekitar 10.020 kasus ISPA per pekan. Angka tersebut menunjukkan dampak kesehatan tidak hanya dirasakan di wilayah dengan titik api terbanyak.
Asap dari kabut asap karhutla yang terbawa angin lintas wilayah membuat provinsi dengan aktivitas kebakaran minim ikut mencatat kenaikan kasus. Kondisi ini memperluas cakupan dampak jauh melampaui lokasi kebakaran, sebagaimana disorot pada laporan titik karhutla di kawasan IKN.
September masih jadi fase kritis menurut BMKG
BMKG menyatakan September 2026 masih menjadi periode kritis karhutla. Cuaca kering masih dominan, fenomena El Nino berlangsung, dan titik panas tetap terpantau terutama di Sumatera dan Kalimantan.
“Periode September ini masih menjadi fase kritis yang membutuhkan kesiapsiagaan bersama.” — Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG
Lembaga tersebut sebelumnya memproyeksikan El Nino dapat bertahan hingga awal 2027. Pertumbuhan awan hujan pada awal hingga pertengahan September juga masih relatif terbatas.
BNPB pada awal September melaporkan jarak pandang di Kalimantan Barat sempat kurang dari satu kilometer. Saat itu tercatat 61 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 802,17 hektare.
Desakan perlindungan bagi warga yang bekerja di luar ruangan
Organisasi lingkungan mendesak pemerintah memberikan perlindungan bagi masyarakat terdampak. Perlindungan khusus dinilai perlu disediakan bagi warga yang tetap bekerja di luar ruangan saat ISPU berada pada level berbahaya, seperti disorot Inilah.
“Kegagalan negara dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas korporasi yang merusak ekosistem.” — Ifha, perwakilan organisasi lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup di daerah terdampak mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan mengenakan masker. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang gangguan pernapasan menjadi perhatian utama.
Warga juga disarankan menjaga kualitas udara di dalam ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Pemantauan kondisi udara diminta dilakukan melalui kanal resmi pemerintah.
Dampak kabut asap karhutla diperkirakan belum sepenuhnya berakhir dalam waktu dekat. Operasi pemadaman darat dan udara terus berjalan sembari menunggu peningkatan curah hujan di wilayah terdampak.

