Kabut asap Malaysia memburuk hingga 38 wilayah masuk kategori tidak sehat pada Kamis, 8 Oktober 2026. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Indonesia dan ASEAN segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Soal Kabut Asap Malaysia
Anwar menyampaikan desakan itu melalui unggahan di media sosial X pada Kamis, 8 Oktober 2026, menurut CNN Indonesia. Ia mengaku sudah berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Anwar, Prabowo setuju mengambil langkah yang diperlukan. Anwar menegaskan komitmen itu harus diikuti tindakan segera dan efektif untuk menangani akar penyebab kabut asap Malaysia.
“Terkait kabut asap, memang berada pada tahap mengkhawatirkan.” — Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, 8 Oktober 2026
Anwar juga meminta Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menghubungi Sekretariat ASEAN. Tujuannya mempercepat pertemuan menteri lingkungan hidup ASEAN untuk mengoordinasikan aksi regional.
Sehari sebelumnya, pada Rabu, 7 Oktober 2026, Mohamad Hasan menyebut Prabowo menyetujui tawaran bantuan Malaysia, menurut RM.id. Mekanisme, lokasi, dan penempatan tim bantuan masih dibahas kedua negara.
Menurut RM.id, Anwar juga menyebut Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah menghubungi rekan mereka di Indonesia. Anwar menyatakan Malaysia sudah menyampaikan kesediaan bekerja sama sejak beberapa pekan terakhir.
Indeks Pencemar Udara di 38 Wilayah Tidak Sehat
Suara.com melaporkan Indeks Pencemar Udara (IPU) di 38 wilayah Malaysia berada dalam kategori tidak sehat pada 8 Oktober waktu setempat. Angka tertinggi tercatat di Segamat dengan IPU 189.
Wilayah lain dengan angka tinggi adalah Seremban 185, Nilai 184, Kluang 181, dan Johan Setia 179. Rompin mencatat 177, sedangkan Larkin dan Pasir Gudang masing-masing 175.
Dampak kabut asap Malaysia juga terasa di sektor pendidikan. Menurut RM.id, sekolah di Johor diliburkan pada 8 dan 9 Oktober 2026, sementara Departemen Pendidikan Johor memastikan pembelajaran tetap berjalan dari rumah.
Malaysia meningkatkan operasi pembenihan awan oleh Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan lembaga terkait. Anwar menyebut operasi itu kini dilakukan hampir setiap hari, tetapi kondisi udara masih mengkhawatirkan.
Singapura Ikut Terdampak, Titik Panas di Indonesia Meningkat
Kabut asap juga menyelimuti Singapura. CNN Indonesia mencatat data IQAir menunjukkan angka 167 atau kategori tidak sehat pada Kamis, 8 Oktober 2026.
RM.id melaporkan Indeks Standar Pencemar (PSI) di wilayah barat Singapura sempat mencapai 160. Lima wilayah di negara itu masuk kategori tidak sehat pada hari yang sama.
Di dalam negeri, jumlah titik panas meningkat di sejumlah provinsi pada Rabu, 7 Oktober 2026, menurut RM.id. Sumatera Selatan naik dari 71 menjadi 224 titik, sedangkan Kalimantan Tengah naik dari 182 menjadi 225 titik. Lonjakan ini sejalan dengan karhutla Barito Kuala yang mengepung kampus Uniska.
Kalimantan Barat naik dari 34 menjadi 47 titik dan Kalimantan Selatan dari 18 menjadi 31 titik. Jambi menjadi pengecualian karena turun dari 21 menjadi 16 titik.
Di Jambi, satuan tugas menemukan dua lokasi terbakar di Kabupaten Batang Hari dengan luas 2,5 hektare, menurut RM.id. Asap lintas wilayah ini juga memicu lonjakan kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla.
Menurut CNN Indonesia, pemerintah Indonesia mengerahkan pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, TNI, dan Polri untuk memadamkan api. Indonesia juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan.
Tawaran Bantuan Malaysia Sudah Disampaikan Sejak September
Tawaran bantuan Malaysia sudah muncul sejak September 2026. Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup menyatakan negaranya siap membantu pemadaman, menurut Antara pada 23 September 2026.
Bantuan yang ditawarkan meliputi pengeboman air dengan helikopter, dukungan pesawat amfibi, dan pembenihan awan. Kurup menyatakan kabut asap Malaysia diperkirakan berlanjut hingga awal 2027 karena cuaca panas dan kering terkait El Nino.
“Bentuk dan ruang lingkup bantuan akan dirinci bersama dengan pemerintah Indonesia.” — Arthur Joseph Kurup, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, 22 September 2026
Saat itu, Antara mencatat Indeks Pencemar Udara (IPU) di Distrik Sibu, Sarawak, mencapai 175 pada Selasa, 22 September 2026. Sri Aman dan Mukah masing-masing mencatat 172 atau masuk kategori tidak sehat.
Dalam skala IPU Malaysia, angka 101 hingga 200 tergolong tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya.
Hingga keterangan Mohamad Hasan pada 7 Oktober 2026, rincian bantuan Malaysia untuk penanganan karhutla di Indonesia masih dibahas. Desakan Anwar menambah sorotan regional terhadap kabut asap Malaysia yang belum mereda. Simak berita nasional lainnya.

