Kabut asap Singapura akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menambah kunjungan pasien ke klinik dan instalasi gawat darurat (IGD). Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mencatat kenaikan itu, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dampak Kabut Asap Singapura pada Kunjungan Pasien
MOH tidak menyebutkan angka pasti dan menyebut kenaikan kunjungan masih kecil, menurut CNN Indonesia yang mengutip The Straits Times. Namun, dokter dan tenaga medis melaporkan kenaikan 20 hingga 30 persen pasien bergejala terkait kabut asap.
Gejala akibat kabut asap Singapura yang dikeluhkan antara lain pilek, sakit tenggorokan, asma, dan ruam kulit. Makin banyak pasien juga mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan.
Plt Direktur Medis Parkway Shenton Sharon Ngoh menyebut jumlah pasien terkait kabut asap naik sekitar 30 persen. Ia juga mencatat kunjungan pada Oktober lebih banyak dibanding pertengahan September.
Menurut Sharon, beban kesehatan dipicu paparan kumulatif selama beberapa waktu. Paparan itu tidak hanya terjadi pada hari dengan kualitas udara terburuk.
“Kami tak menemukan ada kasus yang perlu perawatan di unit perawatan intensif atau kematian akibat kabut asap.” (Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip The Straits Times)
Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Kabut asap Singapura membuat kualitas udara pada Selasa siang, 13 Oktober 2026, berada di kisaran 128 hingga 174, menurut CNN Indonesia. Angka itu masuk kategori tidak sehat.
Pemantau kualitas udara IQAir mencatat indeks kualitas udara Singapura mencapai 194 sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Angka itu menempatkan Singapura di antara kota besar dengan polusi tertinggi di dunia, setelah Lahore, Pakistan.
Kualitas udara Singapura pertama kali masuk kategori tidak sehat tahun ini pada 4 September 2026. Itu merupakan kejadian pertama dalam tiga tahun terakhir.
Laporan akhir September mengaitkan partikel halus PM2.5 dengan kunjungan darurat. Setiap kenaikan 10 mikrogram per meter kubik di atas tingkat referensi meningkatkan kunjungan darurat asma dan penyakit paru 3,2 persen dalam dua hari berikutnya. Beban serupa juga tercatat di dalam negeri, seperti saat Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah karhutla.
Singapura Aktifkan Skema Subsidi Kabut Asap
Untuk meringankan beban warga, pemerintah mengaktifkan kembali skema subsidi kabut asap Singapura. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengumumkan skema itu pada Minggu, 11 Oktober 2026, menurut CNN Indonesia.
Skema subsidi untuk warga terdampak kabut asap Singapura itu terakhir diaktifkan pada 2015. Subsidi berlaku di poliklinik bagi seluruh warga negara Singapura.
Di klinik dokter umum jaringan PHPC, subsidi berlaku bagi kelompok tertentu. Kelompok itu meliputi warga berusia 18 tahun ke bawah atau 65 tahun ke atas, pemegang kartu CHAS Biru atau Oranye, serta penerima Bantuan Publik.
Penerima Bantuan Publik mendapat perawatan bersubsidi penuh. Lansia Generasi Perintis dan Generasi Merdeka membayar maksimal 5 dolar Singapura, sedangkan warga lain yang memenuhi syarat membayar maksimal 10 dolar Singapura.
Kondisi yang ditanggung meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, PPOK, dan infeksi saluran pernapasan atas. Dari sekitar 1.370 klinik PHPC, hampir 1.000 klinik telah setuju ikut serta.
“Jika tidak ada masalah besar, Anda tidak perlu mengunjungi unit gawat darurat.” (Ong Ye Kung, Menteri Kesehatan Singapura, dikutip Channel News Asia)
Sumber Asap dari Karhutla Sumatra dan Kalimantan
Kabut asap Singapura berasal dari karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah Indonesia mengerahkan lebih dari 60.000 personel untuk pemadaman, menurut Channel News Asia.
Pemerintah Indonesia menyebut kebakaran di Sumatra dan Kalimantan dipicu kondisi cuaca El Nino. Dampak asap juga dirasakan Malaysia, termasuk penutupan sekolah di Johor, dan membuat Malaysia berencana membawa isu kabut asap lintas batas ke pertemuan menlu ASEAN.
Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu menyatakan telah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup RI. Ia menyebut Singapura siap membantu jika diperlukan.
Hingga laporan Selasa, 13 Oktober 2026, MOH belum mencatat kasus perawatan intensif atau kematian terkait kabut asap Singapura. Skema subsidi berobat berlaku bagi warga yang memenuhi syarat. Simak kabar internasional lain di kanal Internasional.

